Lima UMKM Aceh Raih Bantuan Rp15 Juta dan Diskon Ongkir 30 Persen
BANDA ACEH – Lima usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Aceh memperoleh dukungan pengembangan usaha melalui program Jawara Lokal J&T Express, mulai dari dana Rp15 juta per pemenang hingga potongan ongkos kirim 30 persen. Program yang diumumkan di Kantor Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Banda Aceh, Senin (12/10/2026), ini diarahkan untuk memperluas pasar produk lokal sekaligus membantu pemulihan ekonomi pelaku usaha pascabencana.
Dukungan tersebut tidak hanya berupa bantuan dana, tetapi juga layanan pengiriman khusus, promosi, pendampingan logistik, serta pelatihan pengemasan dan pemasaran digital. Program ini merupakan kolaborasi J&T Express dengan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia (Kementerian UMKM RI).
Manager Public Affairs J&T Express, Adriansyah Halim, mengatakan pengembangan UMKM perlu mencakup peningkatan kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi digital, bukan sekadar menyediakan layanan pengiriman barang.
“Di era digital ini, khusus teman-teman UMKM, kita perlakukan mereka dengan layanan VIP. Kita juga melaksanakan beberapa pelatihan, termasuk pelatihan kemasan dan bagaimana mengunggah produk ke media sosial maupun platform digital,” ujar Adriansyah, sebagaimana diberitakan RRI, Senin (12/10/2026).
Ia menjelaskan, pelaku usaha terpilih juga memperoleh dukungan petugas atau penanggung jawab (person in charge atau PIC) J&T Express untuk membantu mengakses fasilitas program. Pendampingan tersebut diharapkan membuat pelaku usaha lebih siap menghadapi kebutuhan distribusi dan pemasaran ketika permintaan produk meningkat.
Setiap pemenang memperoleh dana pengembangan usaha Rp15 juta, diskon ongkos kirim 30 persen, akses layanan VIP, dukungan promosi, serta pendampingan di bidang logistik. Adriansyah berharap fasilitas tersebut dapat digunakan untuk memperluas skala usaha, menambah variasi produk, dan menjangkau konsumen baru.
Ia juga mendorong pelaku UMKM agar terus berinovasi dengan memanfaatkan bahan baku lokal. Pengembangan produk dinilai dapat meningkatkan nilai tambah komoditas daerah sekaligus menciptakan pilihan produk yang lebih beragam bagi konsumen.
Asisten Deputi Bidang Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM RI, Ari Anindya Hartika, mengapresiasi kerja sama pemerintah dan sektor swasta dalam mendukung pertumbuhan usaha mikro. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak diperlukan agar pelaku usaha mampu meningkatkan kapasitas bisnis dan memanfaatkan peluang pasar yang lebih luas, terutama setelah aktivitas ekonomi mereka terdampak bencana.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Reza Ferdian, juga berharap dukungan bagi lima UMKM tersebut menjadi awal pendampingan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas produksi, kualitas produk, promosi, dan akses pasar agar usaha lokal dapat berkembang secara mandiri.
“Kolaborasi pemerintah dan sektor swasta menjadi salah satu faktor penting dalam membangun ekosistem usaha yang mendukung pertumbuhan UMKM Aceh, baik di tingkat daerah maupun nasional,” tutupnya.
Pemilihan peserta dilakukan melalui kurasi administrasi dan wawancara yang melibatkan Kementerian UMKM RI serta Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Aceh. Peserta yang lolos dinilai berdasarkan keunggulan produk, kekuatan identitas lokal, dan potensi pengembangan usaha.
Program Jawara Lokal merupakan bagian dari peringatan 11 tahun J&T Express dan dilaksanakan di lima daerah. Sebelum Aceh, program tersebut telah berlangsung di Sulawesi Selatan dan Sumatera Barat. Dengan dukungan dana, logistik, dan promosi, program ini diharapkan membantu produk UMKM Aceh meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan pemasaran.
Berikut lima UMKM yang terpilih sebagai pemenang Jawara Lokal J&T Express di Aceh:
- Juara 1 – Cutkak Heritage Food, milik Irvadiarni Falka dari Banda Aceh. Usaha ini memproduksi Keumamah Cutkak, sambal berbahan dasar ikan tuna yellowfin dengan varian original dan pedas yang memadukan rempah khas Aceh dengan proses produksi dan pengemasan modern.
- Juara 2 – Dapu Meutakeh, milik Salsabilla Chairunissa dari Aceh Besar. UMKM kuliner ini menghadirkan sie reuboh khas Aceh dalam kemasan nonbeku, yang diolah secara tradisional menggunakan belanga tanah dan tungku kayu bakar.
- Juara 3 – UDEUNG’du, milik MHD Raihan dari Banda Aceh. Usaha ini mengembangkan penyedap masakan berbahan dasar bagian udang, seperti kepala, ekor, dan kulit, sekaligus memanfaatkan limbah hasil laut menjadi produk bernilai tambah.
- Juara 4 – Madu Bang Unoe, milik Saiful Anwar dari Lhokseumawe. UMKM ini menawarkan lima varian produk, yakni madu hutan, madu kelulut, madu Mellifera, Superfood Honey, serta madu bawang tunggal tongkat ali.
- Juara 5 – Keuneubah Endatu, milik Silfia Safriani dari Pidie Jaya. Usaha ini mengolah asam jawa menjadi camilan dengan perpaduan cita rasa asam, manis, dan pedas yang khas. []
Redaksi01
