Net Sell Asing Tekan IHSG, Ini Rekomendasi Saham Hari Ini

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi bergerak terbatas pada perdagangan Kamis, 23 April 2026, setelah sebelumnya ditutup melemah 0,24 persen di tengah aksi jual bersih investor asing sebesar Rp1,04 triliun.

Tekanan tersebut terutama berasal dari saham-saham perbankan dan sektor unggulan, yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), yang menjadi kontributor utama net sell asing pada perdagangan sebelumnya.

Di tengah kondisi tersebut, Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menyatakan bahwa pergerakan IHSG masih memiliki peluang penguatan meski terbatas. “IHSG berpotensi menguat terbatas hari ini mencoba break resistance 7600. Hati-hati jika gagal break level tersebut, masih potensi koreksi kembali. Diperkirakan Support IHSG: 7450-7500 dan Resist IHSG: 7570-7600,” ujarnya sebagaimana dilansir Pasardana, Kamis (23/04/2026).

Dari sentimen global, bursa saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street mencatat penguatan signifikan pada Rabu (22/04/2026). Indeks Standard & Poor’s 500 (S&P 500) naik 1,05 persen, Nasdaq Composite melonjak 1,64 persen, dan Dow Jones Industrial Average menguat 0,69 persen. Penguatan ini didorong oleh perpanjangan gencatan senjata antara AS dan Iran serta kinerja positif sejumlah emiten.

Presiden AS, Donald Trump, memutuskan memperpanjang gencatan senjata selama dua pekan guna memberi ruang negosiasi damai. Namun, ketidakpastian geopolitik masih membayangi setelah belum adanya kepastian jadwal perundingan lanjutan, bahkan laporan menyebut delegasi Iran meragukan efektivitas negosiasi tersebut. Di sisi lain, ketegangan meningkat setelah angkatan laut Iran dilaporkan menyita dua kapal kontainer di Selat Hormuz.

Pergerakan bursa Asia-Pasifik juga menunjukkan variasi di tengah dinamika global tersebut. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,40 persen, sementara Topix turun 0,67 persen. Di Korea Selatan, Kospi menguat 0,46 persen dan Kosdaq naik 0,18 persen. Sebaliknya, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 1,18 persen dan Hang Seng Hong Kong melemah 1,22 persen.

Faktor global dan arus modal asing dinilai masih menjadi penentu utama arah IHSG dalam jangka pendek. Oleh karena itu, pelaku pasar diimbau mencermati level teknikal serta perkembangan geopolitik yang berpotensi memengaruhi sentimen investasi.

Sebagai referensi perdagangan, BNI Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham untuk strategi trading, antara lain PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Petrosea Tbk (PTRO), dan PT Gozco Plantations Tbk (GZCO), dengan pendekatan speculative buy pada kisaran harga tertentu.

Ke depan, pergerakan IHSG diperkirakan tetap fluktuatif seiring kombinasi sentimen global dan domestik, sehingga investor disarankan menerapkan strategi yang selektif dan disiplin dalam manajemen risiko. []

Penulis: Ria | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *