Pasar Murah Bengkulu Digelar 13 Oktober 2026, Beras hingga Daging Ayam Disiapkan

0
Screenshot 2026-10-12 144246

BENGKULU – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menggelar bazar pasar murah pada Selasa, 13 Oktober 2026, di halaman Kantor Wali Kota Bengkulu, Bentiring, untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau sekaligus menekan tekanan inflasi daerah.

Kegiatan yang melibatkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) tersebut menyediakan berbagai kebutuhan pokok, mulai dari beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Perum Bulog, minyak goreng, telur ayam, gula pasir, tepung terigu, daging ayam, hingga bawang merah dan bawang putih.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bengkulu, Medy Pebriansyah, mengatakan pasar murah menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk mempertahankan daya beli masyarakat di tengah perubahan harga komoditas pangan.

“Melalui sinergi kuat antara OPD, perbankan, ritel modern, dan UMKM, Pemkot Bengkulu optimistis laju inflasi dapat dikendalikan dengan baik,” ujar Medy, sebagaimana diberitakan RRI, Senin (12/10/2026).

Menurut Medy, harga bahan pokok dalam kegiatan tersebut diupayakan lebih rendah dibandingkan harga normal di pasaran. Dukungan subsidi dan pemangkasan rantai distribusi menjadi bagian dari upaya menekan biaya yang harus dibayar konsumen.

Bazar pasar murah diarahkan untuk membantu rumah tangga memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari tanpa terbebani sepenuhnya oleh perubahan harga di pasar. Ketersediaan sejumlah komoditas penting dalam satu lokasi juga diharapkan memudahkan masyarakat mendapatkan barang kebutuhan pokok.

Selain beras SPHP, komoditas yang disiapkan meliputi minyak goreng, telur ayam, gula pasir, tepung terigu, daging ayam, serta bawang merah dan bawang putih. Panitia juga menyediakan sejumlah kebutuhan pokok lainnya untuk memenuhi permintaan masyarakat.

Intervensi melalui pasar murah menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan pangan. Upaya tersebut juga ditujukan untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga ketika permintaan meningkat pada periode tertentu.

Meski demikian, dampak kegiatan terhadap inflasi daerah akan bergantung pada ketersediaan barang, jumlah kebutuhan yang dapat dipenuhi, serta keberlanjutan upaya pengendalian harga setelah bazar berakhir.

Pelaksanaan bazar melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), yakni Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bengkulu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bengkulu, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kota Bengkulu, serta Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Kota Bengkulu.

Bank Indonesia (BI), pelaku usaha ritel modern, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pihak terkait lainnya turut mendukung kegiatan tersebut. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam menjaga pasokan dan keterjangkauan harga pangan.

Keterlibatan berbagai pihak diperlukan agar pelaksanaan pasar murah tidak hanya berorientasi pada penjualan bahan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga mendukung kelancaran distribusi dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Pemkot Bengkulu mengimbau masyarakat yang hendak berbelanja agar datang lebih awal dan menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. Warga juga diharapkan mengikuti ketentuan pembelian yang ditetapkan panitia agar pendistribusian bahan pokok berjalan lancar.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkot Bengkulu berharap masyarakat memperoleh manfaat langsung berupa akses pangan yang lebih terjangkau. Pemerintah daerah juga diharapkan terus memperkuat pemantauan harga, menjaga ketersediaan pasokan, dan mengevaluasi efektivitas intervensi agar stabilitas pangan serta daya beli masyarakat dapat dipertahankan. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *