Pasokan Mulai Pulih, Harga Minyak WTI Turun ke US$101,57

JAKARTA – Pemulihan sebagian kapasitas produksi minyak Arab Saudi mulai meredakan tekanan di pasar energi. Kondisi tersebut tercermin dari harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) yang kembali terkoreksi pada perdagangan Kamis (17/09/2026), setelah sebelumnya sempat terdorong naik akibat gangguan pasokan di kawasan Timur Tengah.

Pada pukul 07.24 WIB, harga WTI untuk pengiriman Oktober 2026 di New York Mercantile Exchange tercatat US$101,57 per barel. Harga tersebut turun 0,84 persen dibandingkan penutupan sehari sebelumnya yang berada di level US$102,43 per barel.

Penurunan itu sekaligus memperpanjang pelemahan harga minyak menjadi dua hari berturut-turut. Salah satu pemicunya adalah mulai pulihnya jalur pipa utama yang menghubungkan wilayah produksi minyak di Timur Tengah, sehingga kekhawatiran terhadap pasokan berangsur mereda.

Arab Saudi disebut tengah berupaya mengembalikan sekitar separuh kapasitas produksi minyak dari fasilitas yang mengalami kerusakan dalam beberapa hari. Sementara itu, jalur pipa Timur Barat diperkirakan kembali beroperasi penuh dalam waktu sekitar enam minggu.

Meski pemulihan pasokan mulai memberikan ruang bagi pasar untuk bernapas, kondisi tersebut belum sepenuhnya menghilangkan risiko gangguan. Kepala investasi di Karobaar Capital LP Haris Khurshid menilai pasar memang mulai memperoleh kembali sebagian kapasitas pasokan, tetapi ruang keamanannya masih terbatas.

“Saya tidak akan menyebutnya sebagai situasi yang sepenuhnya aman,” kata Haris Khurshid seperti dikutip Bloomberg, sebagaimana diberitakan Kontan, Kamis, (17/09/2026).

“Pasar mulai mendapatkan kembali sebagian kapasitasnya, tetapi belum mendapatkan kembali marginnya.”

Pergerakan harga minyak tersebut terjadi setelah harga komoditas energi mengalami kenaikan sepanjang tahun 2026. Tekanan terhadap pasokan terutama dikaitkan dengan perang Amerika Serikat (AS)-Iran yang mengganggu pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.

Selain itu, konflik Rusia-Ukraina yang masih berlangsung turut menjadi faktor yang memengaruhi kondisi pasar energi global. Dengan pemulihan fasilitas produksi dan jalur distribusi di Arab Saudi, perkembangan kapasitas pasokan dalam beberapa pekan ke depan menjadi salah satu faktor penting yang akan menentukan arah harga minyak selanjutnya. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *