PDAM Macet di Beberapa Daerah

8129665177fcc18f5b3f43nvj-19583

Pasca-perbaikan jaringan PDAM, Rabu (28/5) lalu yang menyebabkan operasional Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Km 8 dan IPAM Damai stop, hingga sekarang belum sepenuhnya pelanggan PDAM teraliri air. Beberapa daerah yang belum mengalir di antaranya Jalan MT Haryono, dekat Pasar Buton dan kawasan Kampung Baru Ujung.

Dikonfirmasi hal itu, Kepala Bagian Quality, Healthy, Safety, and Environment (QHSE) PDAM Balikpapan Gazali Rakhman mengatakan, saat ini masih masa normalisasi. Setelah IPAM stop beroperasi, otomatis tekanan air dalam pipa distribusi benar-benar kosong. Perlu waktu untuk mengembalikan tekanan.

“Jadi kami mohon kepada pelanggan yang agak jauh dan pelanggan di tempat tinggi untuk bersabar. Karena kami juga terkendala saat listrik mati. Meski kami punya genset, tapi perlu waktu untuk menyalakan genset dan mengembalikan tekanan air seperti sebelumnya,” terangnya.

Ia menjelaskan, keperluan air di Balikpapan masih timpang dibanding kemampuan suplai airnya. Kebutuhan pelanggan mencapai 1.547 liter per detik, sementara kemampuan suplai air hanya 1.198 liter per detik. Sehingga daerah yang jauh, air tak mengalir atau alirannya sangat kecil. Ini lantaran terbatasnya sumber air baku di Kota Minyak.

“Kami masih menunggu pembangunan Waduk Teritip yang mampu menyuplai 240 liter per detik. Selain itu, kami juga sudah membangun IPAM di Kampung Baru dengan memanfaatkan sumur dalam kapasitas 50 liter per detik. Akhir tahun ini sudah operasi. Juga IPAM Karang Joang yang mulai dibangun memanfaatkan Waduk Manggar dengan kapasitas 100 liter per detik,” paparnya.

Menurutnya, PDAM mulai memikirkan dua IPAM ini untuk melayani wilayah masing-masing. IPAM Kampung Baru melayani Kampung Baru, sementara IPAM Karang Joang melayani Karang Joang. “Jadi IPAM yang ada sekarang bisa melayani daerah-daerah lainnya,” pungkasnya. [] RedFj/KP