Pembiayaan Emas Bank Muamalat Tembus Rp1,9 Triliun, Tumbuh Lima Kali Lipat

0
64b51ce517c23

JAKARTA – Pembiayaan emas syariah Bank Muamalat Indonesia mencatat pertumbuhan lebih dari lima kali lipat secara tahunan dengan nilai pembiayaan yang masih berjalan (outstanding) mencapai Rp1,9 triliun hingga Agustus 2026. Kinerja tersebut menunjukkan meningkatnya minat nasabah terhadap kepemilikan emas sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.

Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyad mengatakan, produk Solusi Emas Hijrah tidak hanya ditujukan untuk memfasilitasi pembelian emas, tetapi juga membantu masyarakat membangun aset secara bertahap dari pendapatan yang dimiliki.

“Kami tidak hanya menawarkan pembiayaan emas, tapi ingin membantu masyarakat mengubah sebagian pendapatan menjadi kepemilikan aset untuk masa depan,” kata Ricky dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (16/10/2026), sebagaimana diberitakan Antara, Jumat (16/10/2026).

Selain nilai pembiayaan yang meningkat, jumlah rekening nasabah Solusi Emas Hijrah juga tumbuh lebih dari tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian tersebut menjadikan produk ini sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan bisnis konsumen (consumer) Bank Muamalat.

Ricky menilai, perubahan pola pengelolaan pendapatan menjadi kepemilikan aset dapat membantu masyarakat mempersiapkan berbagai kebutuhan keluarga. Emas, menurut dia, dapat direncanakan untuk mendukung pembiayaan pendidikan anak, ibadah haji atau umrah, pembelian kendaraan, hingga kepemilikan rumah.

Ia juga menyebut emas memiliki karakteristik sebagai aset riil yang secara historis mampu menjaga nilai dalam jangka panjang. Di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global, logam mulia tersebut semakin dilirik sebagai salah satu pilihan untuk mempertahankan nilai kekayaan.

Meski demikian, Ricky mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan kenaikan harga emas sebagai satu-satunya alasan untuk mengambil pembiayaan. Kepemilikan emas perlu didasarkan pada tujuan keuangan yang jelas serta disesuaikan dengan kemampuan membayar angsuran.

Melalui Solusi Emas Hijrah, nasabah dapat memperoleh pembiayaan emas hingga 500 gram dengan pilihan ukuran kepingan sesuai kebutuhan. Tenor angsuran tersedia hingga 10 tahun, sedangkan uang muka (down payment) dimulai dari nol persen. Skema tersebut dirancang agar nasabah dapat menyesuaikan rencana kepemilikan emas dengan kondisi keuangan masing-masing.

Kemudahan pengajuan juga didukung digitalisasi melalui aplikasi mobile banking Muamalat DIN. Proses digital ini memungkinkan pengajuan dilakukan dengan lebih praktis dan fleksibel, sehingga akses terhadap pembiayaan emas berbasis syariah menjadi lebih mudah bagi nasabah.

Di tengah ekspansi pembiayaan, Bank Muamalat tetap menjaga kualitas penyaluran dana. Hingga akhir Agustus 2026, rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) Solusi Emas Hijrah tercatat nol persen.

Ke depan, Bank Muamalat menilai peluang pembiayaan emas syariah masih terbuka, terutama pada segmen ritel dan kelas menengah berkembang (emerging middle class). Perusahaan berharap produk ini dapat membantu masyarakat membangun aset secara terencana, sekaligus mendorong pengelolaan keuangan keluarga yang lebih berorientasi pada kebutuhan masa depan.

“Kami ingin Solusi Emas Hijrah menjadi bagian dari perjalanan setiap keluarga dalam membangun aset dan mempersiapkan berbagai tujuan di masa depan,” kata Ricky. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *