Pemkab Kukar Dorong Produk Unggulan Desa Lewat Program OVOP

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Kamis (01/10/2026).

Pemkab Kukar mendorong pelaku UMKM mengembangkan produk unggulan berbasis potensi desa melalui OVOP dengan memperkuat kemasan, pengendalian mutu, dan pendampingan usaha.

ADVERTORIAL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong pengembangan produk unggulan desa melalui program One Village One Product (OVOP) dengan memperkuat kualitas produk, kemasan, dan pengendalian mutu. Langkah tersebut diarahkan agar produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis potensi lokal memiliki daya saing dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan pengembangan produk unggulan desa perlu didukung melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui Workshop UMKM bertema One Village One Product yang digelar di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kantor Camat Kembang Janggut.

Menurut Aulia, produk yang dihasilkan pelaku UMKM di Kembang Janggut memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Namun, sejumlah aspek masih perlu diperbaiki agar produk lokal mampu memenuhi standar pasar dan memiliki nilai jual lebih tinggi.

“Kalau tadi kita melihat workshop di sana, hasilnya luar biasa,” ucap Aulia kepada awak media di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Kamis (01/10/2026).

Aulia menilai pengembangan produk tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan masyarakat dalam menghasilkan barang. Pelaku UMKM juga membutuhkan pendampingan berkelanjutan, terutama dalam meningkatkan kualitas produk, kemasan, hingga kesiapan menghadapi pasar.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama Koperasi Belayan Sejahtera dengan Solidaridad, organisasi nonpemerintah yang melakukan pendampingan terhadap UMKM. Aulia mengapresiasi keterlibatan lembaga pendamping dalam mendukung peningkatan kapasitas pelaku usaha di Kembang Janggut.

“Solidaridad itu luar biasa. Mereka dari luar, dari Jerman, mendampingi UMKM kita,” kata Aulia.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam pendampingan ialah packaging atau kemasan. Menurut Aulia, kemasan tidak sekadar berfungsi melindungi produk, tetapi juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya tarik dan nilai jual.

Selain kemasan, aspek quality control (QC) atau pengendalian mutu juga menjadi perhatian. Aulia menyebut pengendalian mutu masih menjadi salah satu tantangan yang perlu diperbaiki agar produk UMKM dapat memenuhi standar yang dibutuhkan konsumen.

“Memang salah satu isu yang kita bahas tadi adalah packaging. Jadi, kendala kita sekarang itu berada di QC, quality control-nya, dan itu coba kita perbaiki ke depannya,” jelasnya.

Peningkatan kualitas tersebut dinilai penting agar produk masyarakat tidak hanya memiliki ciri khas daerah, tetapi juga konsisten dari sisi mutu, tampilan, serta kelayakan pemasaran. Dengan demikian, produk unggulan desa memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dan memasuki pasar yang lebih luas.

Melalui pendekatan OVOP, setiap desa didorong mengembangkan produk berdasarkan potensi dan karakteristik lokal masing-masing. Produk tersebut kemudian diharapkan mampu menjadi sumber nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat identitas desa.

Di Kecamatan Kembang Janggut, pendekatan tersebut diarahkan untuk mendorong pertumbuhan usaha masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal. Pemkab Kukar juga membuka ruang kolaborasi dengan koperasi dan lembaga pendamping guna memperkuat proses pembinaan UMKM.

Aulia mengatakan kehadiran pemerintah dalam kegiatan tersebut juga bertujuan memberikan motivasi serta pemahaman kepada para pelaku usaha mengenai pentingnya peningkatan kualitas dalam mengembangkan bisnis.

“Kami tadi datang untuk memberikan motivasi kepada teman-teman UMKM di sana, memberikan pemahaman kepada teman-teman,” tuturnya.

Pemkab Kukar berharap pendampingan terhadap UMKM tidak berhenti pada kegiatan workshop, tetapi berlanjut pada perbaikan produksi, pengendalian mutu, kemasan, pemasaran, serta kesiapan produk menghadapi persaingan pasar. Melalui kolaborasi antara pemerintah, koperasi, lembaga pendamping, dan pelaku UMKM, produk unggulan desa diharapkan mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi masyarakat sekaligus memperluas daya saing produk lokal Kukar. []

Penulis: Jemi Irlanda Haikal | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *