Pemkab Kutim Alokasikan Rp25 Miliar untuk Perkuat Dua BUMD Berkinerja Baik
SANGATTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) memutuskan mengalokasikan seluruh surplus Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp25 miliar untuk memperkuat permodalan dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dinilai memiliki kinerja positif. Kebijakan tersebut tertuang dalam Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menjelaskan surplus APBD berasal dari selisih proyeksi pendapatan daerah sebesar Rp6,1 triliun dengan rencana belanja daerah sebesar Rp6,075 triliun. Dana tersebut tidak dialokasikan sebagai penerimaan pembiayaan, melainkan seluruhnya diarahkan untuk penyertaan modal kepada BUMD.
“Surplus dari sana kita tidak membuat prediksi penerimaan pembiayaan. Justru dari surplus ini kita arahkan seluruhnya untuk penyertaan modal,” ujar Ardiansyah Sulaiman, sebagaimana diberitakan Prokal pada Selasa (28/07/2026).
Dua BUMD yang memperoleh tambahan modal ialah Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Tuah Benua sebesar Rp15 miliar dan PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Kutim sebesar Rp10 miliar. Pemkab Kutim menilai kedua perusahaan tersebut menunjukkan kinerja yang baik sehingga layak memperoleh dukungan tambahan modal untuk memperluas layanan dan meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian daerah.
Tambahan modal bagi Perumdam Tirta Tuah Benua akan dimanfaatkan untuk mempercepat pengembangan usaha air minum dalam kemasan (AMDK) dengan merek Sangattaqua. Menurut Ardiansyah Sulaiman, fasilitas produksi kini hampir sepenuhnya siap beroperasi setelah sejumlah peralatan utama, termasuk mesin pencetak gelas kemasan, tersedia.
“Kemarin saya tinjau langsung, fasilitasnya sudah punya mesin sendiri untuk mencetak gelas. Mudah-mudahan begitu clear, bisa langsung launching tahun ini juga. Harapan kita ini jadi kebanggaan baru warga Kutai Timur,” tuturnya optimistis.
Sementara itu, tambahan penyertaan modal untuk PT BPR Kutim akan difokuskan memperkuat kapasitas pembiayaan kepada sektor-sektor produktif. Berdasarkan penilaian Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Kutim dinilai memiliki tingkat kesehatan keuangan yang baik dan termasuk salah satu Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dengan performa terbaik di Kalimantan Timur (Kaltim).
“Untuk Bank Kutim, kita harapkan terus meningkatkan performanya. Kinerjanya sangat sehat di Kaltim,” puji Ardiansyah.
Di sisi lain, Pemkab Kutim belum mengalokasikan tambahan modal kepada BUMD lain yang masih menjalani proses pembenahan internal. Pemerintah daerah menegaskan penyertaan modal baru akan dipertimbangkan setelah perusahaan-perusahaan tersebut mampu memperbaiki tata kelola dan kinerjanya.
“Sementara itu dulu yang kita dorong. Untuk BUMD lain, para ‘dokter’ masih menyuntik, ngasih obat, dan belum selesai penyakitnya,” seloroh Ardiansyah dengan kiasan.
Melalui kebijakan tersebut, Pemkab Kutim berharap penyertaan modal mampu meningkatkan daya saing BUMD yang sehat sekaligus memperbesar kontribusinya terhadap pelayanan publik dan pertumbuhan ekonomi daerah. Sementara bagi BUMD yang masih bermasalah, pembenahan tata kelola tetap menjadi prioritas sebelum memperoleh dukungan pendanaan tambahan dari pemerintah daerah. []
Redaksi01
