Pemulihan Aceh Tamiang Dipercepat, 500 Rumah Permanen Dibangun Bertahap

ACEH TAMIANG – Pemerintah mempercepat pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang (Aceh Tamiang) melalui pembangunan 500 unit hunian tetap (huntap) yang akan dikerjakan secara bertahap. Program ini ditujukan untuk memastikan warga terdampak bencana segera memiliki tempat tinggal yang aman, layak, dan memiliki kepastian hukum atas lahan yang ditempati.

Pemerintah telah menyiapkan lahan seluas sekitar 10 hektare sebagai lokasi pembangunan kawasan huntap. Dari total 500 unit rumah permanen yang direncanakan, sebanyak 108 unit telah dibangun oleh Yayasan Buddha Tzu Chi. Sementara 392 unit lainnya akan dibangun secara bertahap oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nusron Wahid mengatakan, pemerintah berkomitmen mempercepat seluruh tahapan pembangunan, termasuk penyelesaian aspek pertanahan agar masyarakat dapat segera menempati rumah baru.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi, Pak Aguan, yang telah membantu masyarakat melalui pembangunan huntap ini. Bantuan ini sangat berarti bagi warga yang sedang berupaya bangkit setelah terdampak bencana,” ujar Nusron, sebagaimana dilansir Kompas, Senin (27/07/2026).

Menurut Nusron, percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana memerlukan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga sosial. Karena itu, keterlibatan Yayasan Buddha Tzu Chi dinilai menjadi bagian penting dalam mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat.

“Kementerian ATR/BPN akan memastikan seluruh aspek pertanahan untuk pembangunan huntap dapat diselesaikan secara cepat sehingga masyarakat segera memiliki tempat tinggal yang aman dan layak,” kata Nusron.

Ia menjelaskan, pembangunan huntap merupakan bagian dari komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana, mulai dari penyediaan lahan, pembangunan rumah, hingga pemberian kepastian hukum hak atas tanah bagi masyarakat.

“Ini adalah wujud nyata kehadiran negara. Arahan Bapak Presiden Prabowo sangat jelas, masyarakat yang terdampak bencana harus segera mendapatkan tempat tinggal yang aman dan layak,” ujar Nusron.

Lebih lanjut, Nusron menegaskan penyediaan hunian permanen tidak dapat sepenuhnya bergantung pada pemerintah. Sinergi dengan sektor swasta dan lembaga kemanusiaan dinilai menjadi kunci agar proses pemulihan berjalan lebih cepat.

“Karena itu, pemerintah bergerak bersama berbagai pihak. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga sosial seperti Yayasan Buddha Tzu Chi menjadi bukti bahwa semangat gotong royong adalah kekuatan besar dalam mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat,” tuturnya.

Melalui pembangunan 500 unit rumah permanen tersebut, pemerintah berharap masyarakat Aceh Tamiang yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana hidrometeorologi dapat segera menempati hunian baru sehingga proses pemulihan sosial dan ekonomi di daerah itu dapat berlangsung lebih cepat. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *