Pemulihan UMKM Sumbar Pascabencana Harus Dongkrak Omzet

PADANG – Pemulihan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak bencana di Sumatera Barat (Sumbar) diarahkan tidak berhenti pada penyaluran bantuan. Pemerintah menargetkan pelaku usaha kembali produktif, mampu mempertahankan pasar, serta meningkatkan omzet setelah aktivitas bisnis mereka terganggu akibat bencana.

Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza mengatakan keberhasilan pemulihan harus terlihat dari perkembangan usaha setelah bantuan diberikan. Menurut dia, pelaku UMKM membutuhkan pendampingan berkelanjutan agar dapat kembali menjalankan produksi sekaligus meningkatkan daya saing.

Saat menemui wirausaha terdampak bencana di Padang, Jumat (02/10/2026), Helvi menjelaskan tantangan yang dihadapi pelaku usaha tidak hanya berupa kerusakan peralatan produksi dan hilangnya persediaan. Mereka juga harus membangun kembali pelanggan, memulihkan akses pasar, serta menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga.

Karena itu, Kementerian UMKM memberikan pendampingan yang mencakup penguatan kapasitas produksi, peningkatan kualitas produk, pemasaran, hingga akses pembiayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing usaha, sebagaimana diberitakan Antara, Jumat, (02/10/2026).

Helvi mengatakan pemerintah telah menyalurkan bantuan Presiden kepada sekitar 38 ribu UMKM di Sumbar dengan total alokasi sekitar Rp115 miliar. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan usaha setelah terdampak bencana.

Namun, penyaluran bantuan dinilai perlu dilanjutkan dengan proses pemberdayaan agar penerima tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga kembali menjalankan kegiatan produksi dan mengembangkan skala usahanya.

Kementerian UMKM juga menggelar peningkatan kapasitas bagi wirausaha terdampak bencana. Program tersebut ditujukan untuk membantu pelaku UMKM memasuki tahap pertumbuhan setelah melewati fase pemulihan.

Secara keseluruhan, kegiatan itu dirancang menjangkau 1.475 pengusaha UMKM dan wirausaha di tiga regional. Sebanyak 752 peserta dari Regional II mengikuti kegiatan yang dipusatkan di Kota Padang.

Pendampingan juga dilakukan melalui Klinik UMKM Minang Bangkit yang telah diaktifkan sejak Januari 2026. Program tersebut memiliki tiga tahapan, yakni pemulihan mental, pemulihan usaha, dan pengembangan usaha.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menilai penguatan UMKM penting karena sektor tersebut menjadi salah satu penopang perekonomian daerah sekaligus sumber penghidupan masyarakat.

Sumbar tercatat memiliki hampir 750 ribu UMKM. Dengan asumsi satu UMKM menopang satu keluarga yang rata-rata terdiri atas lima orang, aktivitas sektor tersebut berkaitan dengan penghidupan hampir empat juta masyarakat.

Atas kondisi tersebut, pendampingan terhadap UMKM yang terdampak bencana dinilai penting agar masyarakat dapat membenahi dan membangun kembali usaha mereka. Pemulihan yang berkelanjutan diharapkan dapat menjaga aktivitas ekonomi sekaligus memperkuat kemampuan pelaku UMKM untuk kembali berkembang. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *