PMA Perdana Realisasikan Proyek Apartemen di IKN, Kepercayaan Investor Meningkat

PENAJAM PASER UTARA – Pembangunan kawasan hunian di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) memasuki fase baru setelah investor penanaman modal asing (PMA) pertama mulai merealisasikan pembangunan fisik. Investasi senilai Rp1,27 triliun tersebut diwujudkan melalui proyek apartemen yang diharapkan memperkuat ekosistem permukiman sekaligus meningkatkan kepercayaan investor global terhadap pengembangan ibu kota baru Indonesia.

Realisasi investasi itu ditandai dengan prosesi groundbreaking yang digelar di KIPP IKN pada Rabu (15/07/2026). Proyek tersebut menjadi pembangunan kawasan hunian pertama di IKN yang direalisasikan oleh investor asing, sebagaimana diberitakan Kaltimpost, Rabu (15/07/2026).

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (Otorita IKN) Basuki Hadimuljono mengatakan kehadiran PT Star Bright International Investment menjadi bukti meningkatnya kepercayaan pelaku usaha internasional terhadap pembangunan IKN.

“Ini adalah PMA pertama yang masuk dan sudah mulai merealisasikan pembangunan fisik di IKN,” ujar Basuki.

Menurut Basuki, dimulainya pembangunan fisik oleh investor asing memberikan sinyal positif bagi perkembangan IKN. Selain menunjukkan daya tarik kawasan tersebut bagi investor global, realisasi investasi juga diharapkan mendorong masuknya modal baru ke berbagai sektor pendukung pembangunan ibu kota negara.

Ia menjelaskan, nilai investasi awal proyek mencapai Rp1,27 triliun. Komitmen penanaman modal tersebut telah direalisasikan sejak 9 Maret 2026, sedangkan pembangunan fisik dimulai melalui prosesi groundbreaking.

Dalam proyek tersebut, PT Star Bright International Investment akan membangun kompleks apartemen yang terdiri atas empat menara dengan total sekitar 680 unit hunian. Apartemen itu menyediakan pilihan satu, dua, hingga tiga kamar tidur dengan kisaran harga mulai Rp600 juta hingga Rp1,2 miliar per unit.

Pembangunan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama difokuskan pada pembangunan dua menara setelah proses land clearing selesai, sedangkan dua menara lainnya dijadwalkan mulai dibangun pada 2028.

Selain menghadirkan hunian vertikal, kawasan tersebut juga akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, antara lain restoran, area ritel, serta perkantoran. Konsep kawasan terpadu itu dirancang untuk mendukung aktivitas masyarakat sekaligus memenuhi kebutuhan penghuni di pusat pemerintahan baru.

Presiden Direktur (Presdir) PT Star Bright International Investment Lu Keming menyatakan optimistis terhadap prospek pengembangan IKN sebagai pusat pemerintahan dan investasi masa depan.

“Tentu kami yakin melakukan investasi di IKN karena kami memulai dari awal. Saya menyukai tempat ini dan yakin IKN akan menjadi salah satu kawasan paling indah di dunia,” ujar Lu Keming.

Ia menambahkan, perusahaan sejak awal aktif memperkenalkan potensi investasi IKN kepada berbagai mitra bisnis dan investor internasasional sebagai upaya menarik lebih banyak investasi asing ke Indonesia.

Masuknya investor PMA pertama di sektor hunian diharapkan menjadi katalis bagi percepatan pembangunan IKN, sekaligus memperkuat keyakinan investor lain untuk merealisasikan proyek mereka di kawasan ibu kota baru. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *