Polresta Sidoarjo Tangkap 19 Pelaku Curanmor, Beraksi di 13 Lokasi

SIDOARJO – Sebanyak 19 pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang kerap beraksi di wilayah Kabupaten Sidoarjo berhasil diringkus oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Sidoarjo. Para pelaku diketahui melakukan pencurian di 13 lokasi kejadian perkara (TKP) dalam kurun waktu dua bulan terakhir, yakni Januari dan Februari 2025.
Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Christian Tobing, mengungkapkan bahwa para tersangka berasal dari berbagai daerah, termasuk Surabaya, Sidoarjo, dan Pasuruan. Mereka memanfaatkan kelengahan pemilik kendaraan, terutama motor yang tidak dikunci setang.
“Para tersangka melakukan aksinya dengan berbagai metode, seperti merusak kunci kontak menggunakan kunci T atau mendorong motor yang tidak dikunci setang. Kami telah melakukan penyelidikan intensif hingga akhirnya berhasil menangkap mereka,” ujar Kombes Pol Christian Tobing saat konferensi pers di Mapolresta Sidoarjo, Selasa (25/2/2025).
Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa para tersangka memiliki latar belakang yang beragam. Sebagian besar merupakan pengangguran, sementara lainnya bekerja sebagai pegawai swasta, kuli bangunan, mekanik bengkel, petani, bahkan ada yang masih berstatus pelajar. Mereka melancarkan aksinya pada berbagai waktu, mulai dini hari hingga malam hari.
“Hasil kejahatan mereka digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hingga saat ini, mereka telah ditahan di Rutan Polresta Sidoarjo dan menjalani proses penyidikan lebih lanjut,” tambahnya.
Dalam operasi ini, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 15 unit sepeda motor hasil curian, empat buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB), satu surat tanda nomor kendaraan (STNK), dua unit ponsel, serta lima set kunci T yang digunakan untuk membobol motor.
Pengungkapan kasus curanmor ini merupakan hasil laporan dari berbagai polsek di wilayah Sidoarjo, di antaranya Polsek Wonoayu, Porong, Jabon, Prambon, Buduran, Sedati, Tarik, Gedangan, Tanggulangin, Candi, Taman, dan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Sidoarjo.
“Kami berterima kasih kepada masyarakat yang memberikan informasi sehingga kasus ini bisa segera terungkap. Kepolisian akan terus berupaya menekan angka kejahatan curanmor di Sidoarjo dan tidak akan segan untuk menindak tegas para pelaku,” tegas Christian Tobing.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan kendaraan mereka dengan selalu mengunci setang dan menggunakan kunci ganda guna mencegah aksi pencurian. Polisi juga akan terus mengembangkan kasus ini guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan curanmor yang lebih luas di wilayah Jawa Timur. []
Nur Quratul Nabila A