RedDoorz Audit 1.500 Hotel, AI Digunakan untuk Tekan Keluhan Tamu

0
IMG_6a6c24db-5e82-4568-9cfc-8e1d97df7281

JAKARTA – Keluhan tamu mengenai kebersihan kamar, fasilitas, hingga proses check-in kini menjadi sasaran perbaikan berbasis teknologi di jaringan hotel RedDoorz. Perusahaan perhotelan tersebut telah melaksanakan 4.900 audit di lebih dari 1.500 properti sepanjang 2026 dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mengidentifikasi masalah, mengarahkan tindak lanjut, dan memperkuat pengawasan mutu layanan.

Strategi ini menggabungkan pemeriksaan digital, audit langsung, dan evaluasi pengalaman pelanggan. RedDoorz berupaya memastikan setiap temuan tidak berhenti sebagai laporan, tetapi diteruskan kepada tim yang bertanggung jawab hingga perbaikannya selesai dan terverifikasi.

Wakil Presiden Senior Bidang Produk dan Data (Senior Vice President of Product & Data) RedDoorz, Nitin Vyas, menjelaskan bahwa pengawasan digital tersebut menggunakan Inspecto, platform audit properti yang dikembangkan secara internal dan mulai diterapkan pada 2025.

Melalui Inspecto, tim hotel dapat memeriksa kebersihan kamar dan kamar mandi, kelengkapan fasilitas, kondisi area sekitar properti, serta kepatuhan staf terhadap prosedur pelayanan. Temuan audit secara otomatis diteruskan kepada tim terkait untuk ditindaklanjuti dan baru dapat dinyatakan selesai setelah perbaikan dilakukan serta diverifikasi.

“Platform ini memungkinkan tim hotel untuk menjalankan audit secara digital tanpa kertas (paperless) yang fleksibel,” ujar Nitin dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10/2026), sebagaimana diberitakan Kontan pada Rabu, (28/10/2026).

Sepanjang 2026, audit Inspecto mencakup enam merek dan jaringan yang berada dalam portofolio perusahaan, yaitu RedDoorz, SANS, UrbanView, The Lavana, Sunerra, dan Mitra RedDoorz. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga konsistensi standar pelayanan di berbagai properti.

RedDoorz tidak sepenuhnya menyerahkan pengawasan kepada teknologi. Perusahaan juga menjalankan inspeksi langsung dan mystery audit, yakni pemeriksaan dengan pendekatan pelanggan yang identitas atau tujuannya tidak selalu diketahui staf, untuk menilai mutu pelayanan, kondisi kamar, kebersihan area umum, serta ketersediaan fasilitas yang dijanjikan.

Dalam skema tersebut, AI membantu mempercepat identifikasi dan pengelompokan masalah, sedangkan penilaian operasional, verifikasi, dan tindak lanjut tetap melibatkan tim internal. Kombinasi ini ditujukan agar persoalan yang ditemukan dapat ditangani berdasarkan tingkat kebutuhan dan tanggung jawab masing-masing tim.

Perusahaan juga mengintegrasikan ulasan pelanggan ke dalam RedPilot, instrumen berbasis AI yang dirancang untuk membantu manajer hotel. Sistem ini mengolah masukan tamu dan hasil audit menjadi peringatan operasional serta tugas yang dapat ditindaklanjuti staf.

Dengan mekanisme tersebut, keluhan berulang mengenai kebersihan, kondisi kamar, proses check-in, pelayanan, dan fasilitas diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi menyeluruh. Perbaikan tidak hanya diarahkan untuk menyelesaikan keluhan perorangan, tetapi juga mencegah persoalan serupa muncul kembali.

Menurut perusahaan, properti yang dikelola langsung RedDoorz mencatat skor 9,2 dari maksimal 10 berdasarkan penilaian tamu melalui aplikasi RedDoorz dan mitra utama agen perjalanan daring (online travel agent/OTA).

Capaian tersebut, menurut perusahaan, didukung renovasi properti, pembaruan amenitas atau perlengkapan penunjang kenyamanan tamu, serta penguatan standar keamanan dan operasional. Namun, konsistensi layanan tetap memerlukan pengawasan dan peningkatan kemampuan tenaga kerja.

Sejak 2016, lebih dari 40.000 staf hotel telah mengikuti pelatihan operasional perhotelan dan standar layanan. Program peningkatan kompetensi terbaru yang diluncurkan pada akhir 2025 juga telah menjangkau lebih dari 250 staf.

Pendiri sekaligus Direktur Utama (Founder & Chief Executive Officer/CEO) RedDoorz, Amit Saberwal, mengatakan perusahaan turut menyediakan layanan tambahan opsional bernama Assured Stay untuk memberikan perlindungan kepada pelanggan apabila kondisi penginapan tidak sesuai dengan yang dijanjikan.

Melalui layanan tersebut, tamu dapat mengajukan pengembalian dana sebesar 50 persen dari harga menginap jika fasilitas yang dijanjikan tidak tersedia atau kondisi kamar berbeda dari tampilan saat pemesanan. Perusahaan mencatat klaim Assured Stay terjadi pada kurang dari 2 persen pemesanan. Klaim yang telah divalidasi akan ditindaklanjuti dengan perbaikan di properti terkait.

Ke depan, RedDoorz berencana memperluas pemantauan mutu berbasis AI, pelatihan staf, penerapan standar keselamatan, dan pengawasan operasional di seluruh jaringan propertinya. Upaya ini diharapkan dapat menjaga konsistensi pengalaman menginap, mempercepat penyelesaian keluhan, serta meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap layanan hotel. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *