Rupiah Awali September di Zona Hijau, Asia Mayoritas Tertekan

JAKARTA – Rupiah membuka perdagangan Selasa (01/09/2026) dengan penguatan tipis di tengah tekanan yang dialami mayoritas mata uang Asia. Mata uang Indonesia tersebut bergerak ke level Rp17.718 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat 0,02 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.722 per dolar AS.

Penguatan rupiah pada awal perdagangan berlawanan arah dengan sebagian besar mata uang di kawasan Asia. Hingga pukul 09.00 Waktu Indonesia Barat (WIB), sejumlah mata uang regional tercatat mengalami pelemahan terhadap dolar AS.

Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penurunan terdalam di Asia setelah melemah 0,22 persen. Tekanan juga dialami ringgit Malaysia yang terdepresiasi 0,20 persen serta baht Thailand yang turun 0,11 persen.

Sementara itu, dolar Singapura terkoreksi 0,05 persen, sedangkan yuan China melemah 0,02 persen. Yen Jepang dan dolar Hong Kong masing-masing juga mengalami penurunan tipis sebesar 0,01 persen pada perdagangan pagi.

Di tengah kecenderungan pelemahan tersebut, rupiah termasuk kelompok mata uang Asia yang masih bergerak positif. Penguatan terbesar di kawasan justru dicatatkan dolar Taiwan yang naik 0,20 persen terhadap dolar AS.

Selain dolar Taiwan, peso Filipina juga menguat dengan kenaikan sebesar 0,14 persen terhadap the greenback. Pergerakan sejumlah mata uang tersebut menunjukkan bahwa perdagangan awal September 2026 masih berlangsung beragam di pasar kawasan, sebagaimana diberitakan Kontan, Selasa (01/09/2026).

Pergerakan rupiah pada pembukaan perdagangan menjadi perhatian karena terjadi ketika mayoritas mata uang Asia berada di zona merah. Posisi mata uang domestik yang masih menguat, meski terbatas, menunjukkan rupiah mampu memulai perdagangan September dengan arah yang berbeda dibandingkan sejumlah mata uang regional.

Dengan perdagangan yang masih berlangsung sepanjang hari, arah pergerakan rupiah selanjutnya akan dipengaruhi dinamika pasar dan perubahan sentimen terhadap mata uang di kawasan. Pelaku pasar pun akan mencermati apakah penguatan tipis pada pembukaan perdagangan dapat dipertahankan hingga penutupan. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *