Rupiah Dibuka Melemah 0,09%, Won Korea Justru Menguat 0,42%
JAKARTA – Rupiah mencatat pelemahan terdalam di antara sejumlah mata uang Asia pada awal perdagangan Rabu (14/10/2026), dengan penurunan 0,09% menjadi Rp17.917 per dolar Amerika Serikat (AS) pada pukul 09.10 WIB. Pergerakan ini berlawanan dengan penguatan sejumlah mata uang regional, termasuk won Korea Selatan yang naik 0,42%.
Berdasarkan data perdagangan pasar spot, rupiah dibuka melemah dari posisi Rp17.900 per dolar AS pada penutupan hari sebelumnya. Dengan demikian, nilai tukar rupiah mengalami penurunan sebesar 17 poin terhadap dolar AS.
Tekanan terhadap rupiah juga terlihat pada beberapa mata uang Asia lainnya. Baht Thailand melemah 0,06%, yen Jepang turun 0,03%, sedangkan dolar Taiwan dan dolar Singapura masing-masing terkoreksi 0,02% terhadap dolar AS.
Sementara itu, yuan China bergerak stagnan. Di sisi lain, won Korea Selatan menguat 0,42%, ringgit Malaysia naik 0,10%, dan peso Filipina menguat 0,02%. Dolar Hong Kong juga mencatat kenaikan tipis sebesar 0,003% terhadap dolar AS.
Pergerakan mata uang regional tersebut berlangsung ketika indeks dolar AS berada di level 102,13, turun dari posisi sebelumnya sebesar 102,18. Indeks ini mencerminkan pergerakan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia.
Pelemahan rupiah pada awal sesi menjadi salah satu perkembangan yang perlu dicermati pelaku pasar valuta asing. Namun, data pada pagi hari tersebut belum menggambarkan arah pergerakan rupiah hingga akhir perdagangan.
Data nilai tukar tersebut sebagaimana diberitakan Kontan, Rabu, (14/10/2026). Pergerakan selanjutnya akan menentukan apakah rupiah mampu mengurangi pelemahan atau justru kembali tertekan terhadap dolar AS. []
Redaksi01
