Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.982 per Dolar AS, Mayoritas Mata Uang Asia Melemah
JAKARTA – Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan pasar spot pada Jumat (17/07/2026) pagi dengan penguatan tipis di tengah mayoritas mata uang Asia yang justru bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Kondisi tersebut menunjukkan rupiah mampu bertahan di tengah tekanan yang masih membayangi pasar kawasan.
Pada pembukaan perdagangan Jumat (17/07/2026), rupiah berada di level Rp17.982 per dolar AS atau menguat 0,02 persen dibandingkan penutupan sehari sebelumnya di posisi Rp17.986 per dolar AS.
Sementara itu, pergerakan mata uang di kawasan Asia cenderung berada di zona negatif. Ringgit Malaysia mencatat pelemahan terdalam setelah turun 0,22 persen terhadap dolar AS. Pelemahan juga dialami baht Thailand sebesar 0,16 persen, dolar Taiwan 0,15 persen, serta dolar Singapura dan yen Jepang yang masing-masing terkoreksi 0,05 persen.
Selain itu, yuan China turun 0,04 persen, sedangkan dolar Hong Kong melemah tipis sebesar 0,008 persen. Di sisi lain, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan kinerja terbaik di kawasan setelah menguat 0,12 persen, disusul peso Filipina yang naik tipis 0,04 persen terhadap the greenback.
Data tersebut menunjukkan rupiah menjadi salah satu mata uang yang mampu mencatatkan penguatan pada awal perdagangan meski tekanan terhadap sebagian besar mata uang Asia masih berlangsung, sebagaimana dilansir Sumber Berita, Jumat (17/07/2026).
Pergerakan nilai tukar tersebut menjadi indikator yang terus dipantau pelaku pasar karena dapat memengaruhi aktivitas perdagangan, investasi, hingga sentimen di pasar keuangan domestik sepanjang sesi perdagangan hari ini. []
Redaksi01
