Rupiah Dibuka Menguat ke Rp18.026 per Dolar AS pada 19 Oktober 2026
JAKARTA – Nilai tukar rupiah di pasar spot menguat tipis pada pembukaan perdagangan Senin (19/10/2026), ke level Rp18.026 per dolar Amerika Serikat (AS). Pergerakan tersebut menunjukkan kenaikan 0,006 persen dibandingkan penutupan perdagangan Jumat (16/10/2026) di posisi Rp18.027 per dolar AS, sebagaimana diberitakan Kontan, Senin, (19/10/2026).
Penguatan rupiah berlangsung di tengah pergerakan mata uang Asia yang cenderung positif pada awal perdagangan. Hingga pukul 09.00 WIB, won Korea Selatan mencatat kenaikan terbesar di kawasan dengan penguatan 0,13 persen.
Yuan China menyusul dengan kenaikan 0,04 persen, sementara ringgit Malaysia menguat 0,03 persen. Yen Jepang juga bergerak naik 0,01 persen. Adapun dolar Hong Kong mencatat penguatan terbatas sebesar 0,006 persen terhadap dolar AS, yang juga dikenal sebagai greenback.
Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia mengalami tekanan. Dolar Taiwan mencatat pelemahan terdalam, yakni 0,38 persen. Peso Filipina turun 0,2 persen, sedangkan baht Thailand melemah 0,09 persen.
Dolar Singapura turut berada di zona negatif dengan penurunan tipis 0,02 persen pada pagi hari.
Pergerakan tersebut memperlihatkan bahwa kinerja mata uang di kawasan Asia belum sepenuhnya seragam. Meski rupiah dan beberapa mata uang regional menguat, sejumlah mata uang lainnya masih tertekan terhadap dolar AS.
Bagi pelaku pasar dan dunia usaha, perubahan nilai tukar menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati, terutama dalam kegiatan impor, ekspor, dan transaksi yang menggunakan mata uang asing. Namun, penguatan rupiah pada pembukaan perdagangan ini masih sangat terbatas sehingga perkembangan kurs pada sesi berikutnya tetap perlu dipantau. []
Redaksi01
