Rupiah Ditutup di Rp18.027 per Dolar AS, Terlemah di Asia
JAKARTA – Rupiah menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di antara sejumlah mata uang Asia pada penutupan perdagangan Jumat (16/10/2026), setelah nilai tukarnya di pasar spot merosot 0,494 persen ke level Rp18.027 per dolar Amerika Serikat (AS).
Pelemahan tersebut membawa rupiah kembali menembus level Rp18.000 per dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg yang diwartakan Kontan, Jumat (16/10/2026), tekanan terhadap rupiah lebih besar dibandingkan yen Jepang, ringgit Malaysia, dan dolar Hong Kong yang juga ditutup melemah.
Yen Jepang turun 0,02 persen ke posisi 158,05 per dolar AS. Ringgit Malaysia terkoreksi 0,007 persen ke level 4,0820, sedangkan dolar Hong Kong melemah 0,005 persen menjadi 7,8477.
Di sisi lain, mayoritas mata uang Asia justru mencatat penguatan pada akhir perdagangan. Won Korea Selatan memimpin kenaikan dengan menguat 0,69 persen ke level 1.333,04.
Baht Thailand turut menguat 0,305 persen ke posisi 33,416. Berikutnya, dolar Singapura naik 0,164 persen menjadi 1,2797, sedangkan peso Filipina menguat 0,12 persen ke level 62,98.
Rupee India juga mencatat kenaikan 0,1 persen ke posisi 94,96. Sementara itu, yuan China menguat 0,046 persen menjadi 6,6877.
Perbedaan arah pergerakan tersebut memperlihatkan rupiah menghadapi tekanan lebih besar dibandingkan sejumlah mata uang regional pada hari perdagangan tersebut. Kembalinya rupiah ke atas Rp18.000 per dolar AS menjadi perkembangan penting yang perlu dicermati pelaku pasar, terutama dalam memantau pergerakan nilai tukar pada perdagangan berikutnya. []
Redaksi01
