Rupiah Ditutup Rp17.915 per Dolar AS, Mayoritas Mata Uang Asia Ikut Tertekan

0
66cc2df768d3c

JAKARTA – Rupiah kembali berada di zona tekanan setelah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis, 8 Oktober 2026. Nilai tukar rupiah di pasar spot berakhir di level Rp17.915 per dolar AS, turun 0,16 persen dari posisi penutupan sehari sebelumnya sebesar Rp17.887 per dolar AS.

Pergerakan rupiah tersebut sejalan dengan kecenderungan mayoritas mata uang Asia yang juga berakhir melemah terhadap dolar AS. Hingga pukul 15.00 WIB, won Korea Selatan mencatat pelemahan terdalam di kawasan dengan penurunan 0,22 persen.

Peso Filipina menyusul dengan penurunan 0,20 persen. Setelah itu, dolar Taiwan terkoreksi 0,17 persen, sementara dolar Singapura melemah 0,09 persen.

Yen Jepang juga berada di zona merah dengan penurunan 0,06 persen. Selanjutnya, ringgit Malaysia tergelincir 0,05 persen, sedangkan rupee India melemah tipis 0,003 persen.

Di tengah tekanan tersebut, sejumlah mata uang Asia masih mampu menguat terhadap dolar AS. Yuan China mencatat penguatan terbesar dengan kenaikan 0,05 persen. Baht Thailand menyusul dengan penguatan 0,03 persen, sedangkan dolar Hong Kong naik tipis 0,01 persen.

Dengan penutupan di Rp17.915 per dolar AS, rupiah mencatat pelemahan yang masih berada di bawah penurunan won Korea Selatan dan peso Filipina pada perdagangan regional tersebut. Pergerakan mata uang Asia pada hari itu menunjukkan bahwa tekanan terhadap rupiah berlangsung bersamaan dengan pelemahan sejumlah mata uang regional. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *