Rupiah Menguat 0,49 Persen ke Rp17.810 per Dolar AS
JAKARTA – Rupiah mengawali perdagangan Senin (10/08/2026) sebagai mata uang dengan penguatan paling tinggi di kawasan Asia. Nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka pada level Rp17.810 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat 0,49 persen dibandingkan posisi penutupan akhir pekan sebelumnya sebesar Rp17.897 per dolar AS.
Penguatan tersebut menempatkan rupiah di posisi teratas di antara sejumlah mata uang Asia yang diperdagangkan pada awal pekan. Hingga pukul 09.00 WIB, mayoritas mata uang kawasan bergerak positif, meski beberapa mata uang masih berada dalam tekanan terhadap dolar AS.
Data perdagangan menunjukkan peso Filipina menjadi mata uang dengan penguatan terbesar kedua setelah rupiah. Peso menguat 0,25 persen terhadap dolar AS. Pergerakan positif juga dicatat dolar Taiwan yang naik 0,23 persen dan baht Thailand yang menguat 0,19 persen.
Ringgit Malaysia turut bergerak naik sebesar 0,07 persen. Sementara itu, yuan China hanya menguat tipis 0,01 persen terhadap the greenback pada perdagangan pagi.
Di sisi lain, sejumlah mata uang utama Asia justru mengalami pelemahan. Won Korea Selatan tercatat turun 0,60 persen, sedangkan yen Jepang melemah 0,32 persen terhadap dolar AS.
Dolar Singapura juga berada di zona merah dengan penurunan 0,09 persen. Sementara dolar Hong Kong relatif stabil, meski bergerak dengan kecenderungan melemah tipis.
Pergerakan rupiah pada awal perdagangan tersebut menunjukkan penguatan mata uang domestik berlangsung ketika pasar valuta asing Asia bergerak beragam. Posisi rupiah yang berada di tingkat teratas menjadi perhatian karena penguatannya lebih besar dibandingkan mata uang regional lainnya pada awal sesi perdagangan.
Informasi mengenai pergerakan rupiah tersebut sebagaimana dilansir Kontan, Senin (10/08/2026), berdasarkan perdagangan pasar spot pada awal sesi. Perubahan nilai tukar selanjutnya masih dapat terjadi seiring berlangsungnya aktivitas perdagangan dan perubahan sentimen pasar terhadap dolar AS.
Dengan posisi pembukaan di Rp17.810 per dolar AS, rupiah mengawali pekan dengan penguatan cukup signifikan. Pergerakan berikutnya akan menentukan apakah rupiah mampu mempertahankan posisi sebagai mata uang dengan kinerja terbaik di kawasan Asia pada perdagangan hari tersebut. []
Redaksi01
