Rupiah Rebound ke Rp17.942, Mata Uang Asia Kompak Menguat

Karyawan menghitung uang pecahan rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (27/7/2026). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 46 poin atau 0,26 persen menjadi Rp18.009 per dolar AS dari penutupan sebelumnya Rp17.963 per dolar AS. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/nz

JAKARTA – Rupiah kembali menguat pada pembukaan perdagangan Rabu (30/09/2026), sejalan dengan penguatan mayoritas mata uang Asia terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah di pasar spot dibuka pada level Rp17.942 per dolar AS atau menguat 0,22 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.981 per dolar AS.

Penguatan tersebut menempatkan rupiah dalam tren positif bersama sejumlah mata uang regional pada awal perdagangan. Hingga pukul 09.00 Waktu Indonesia Barat (WIB), yen Jepang mencatat penguatan terbesar di Asia dengan kenaikan 0,32 persen terhadap dolar AS.

Ringgit Malaysia dan dolar Taiwan menyusul dengan penguatan masing-masing 0,12 persen. Baht Thailand juga bergerak positif sebesar 0,07 persen, sedangkan yuan China terapresiasi 0,04 persen.

Dolar Hong Kong turut menguat tipis sebesar 0,01 persen. Sementara itu, dolar Singapura bergerak relatif datar pada perdagangan pagi.

Di tengah dominasi penguatan mata uang kawasan, won Korea Selatan justru mencatat pelemahan terdalam dengan turun 0,45 persen terhadap dolar AS. Peso Filipina juga melemah 0,08 persen.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa penguatan rupiah pada awal perdagangan berlangsung di tengah dinamika mata uang Asia yang secara umum bergerak positif terhadap greenback, sebagaimana diberitakan Kontan, Rabu, (30/09/2026).

Kinerja rupiah pada pembukaan perdagangan juga memperkecil tekanan setelah mata uang domestik sebelumnya ditutup pada level Rp17.981 per dolar AS. Pada perdagangan kali ini, rupiah menguat Rp39 dibandingkan posisi penutupan tersebut.

Pergerakan mata uang regional menjadi salah satu gambaran kondisi pasar valuta asing Asia pada awal perdagangan, dengan sebagian besar mata uang mencatat penguatan meski beberapa mata uang masih berada di zona merah. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *