Rupiah Tertekan, Ditutup Rp17.966 per Dolar AS
JAKARTA – Rupiah kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Kamis (01/10/2026), dengan nilai tukar di pasar spot ditutup pada level Rp17.966 per dolar Amerika Serikat (AS). Posisi tersebut menunjukkan pelemahan 0,4 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.894 per dolar AS.
Tekanan terhadap rupiah terjadi bersamaan dengan koreksi yang melanda sebagian besar mata uang Asia. Kondisi tersebut menunjukkan penguatan dolar AS masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan mata uang kawasan hingga akhir perdagangan.
Hingga pukul 15.00 WIB, yen Jepang mencatat pelemahan terdalam di kawasan Asia dengan penurunan 0,6 persen. Setelah itu, dolar Taiwan melemah 0,49 persen dan rupee India tertekan 0,36 persen.
Baht Thailand juga turun 0,35 persen, sedangkan won Korea Selatan melemah 0,033 persen. Selanjutnya, dolar Singapura tergelincir 0,24 persen dan peso Filipina turun 0,23 persen.
Ringgit Malaysia turut mengalami pelemahan sebesar 0,13 persen. Sementara itu, dolar Hong Kong menjadi satu-satunya mata uang Asia yang tercatat menguat tipis terhadap dolar AS pada perdagangan sore.
Pergerakan tersebut memperlihatkan bahwa pelemahan rupiah pada perdagangan kali ini berlangsung dalam situasi tekanan yang juga dialami mayoritas mata uang regional. Rupiah bahkan masih bergerak melemah hingga penutupan pasar pada Kamis.
Perkembangan nilai tukar tersebut sebagaimana diberitakan Kontan, Kamis, (01/10/2026). []
Redaksi01
