Sorotan Ahmad Sani Husein: Perlunya Insentif Guru yang Layak di Kota Samarinda

PARLEMENTARIA SAMARINDA – Soroti insentif guru yang kecil, Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Ahmad Sani Husein, katakan akan usahakan Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. Kesejahteraan guru menjadi satu hal yang penting dalam dunia pendidikan.

Tugas yang berat nan memiliki berbagai tanggung jawab yang besar, membuat Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ahmad Sani Husein menegaskan, jika insentif guru haruslah sebanding dengan tanggung jawabnya. “Insentif guru harus sebanding dengan tugas dan tanggung jawabnya. Minimal, kalau insentif guru di SMP ke bawah tidak bisa lebih dari Provinsi, minimal sama,” tegasnya.

Menurut Sani, proses pembelajaran di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Dasar (SD), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan lainnya, justru lebih berat dibanding tingkat di atasnya. “Jadi, perlu adanya pengakuan yang lebih baik untuk upaya yang dilakukan oleh para guru di tingkat ini,” jelasnya.

Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Samarinda, Sani berencana untuk membuka jalur komunikasi ke Pemprov, guna memberikan bantuan keuangan (Bankeu) kepada dunia pendidikan di kota Samarinda. “Kita akan coba buka jalur ke Pemprov ya untuk bisa memberikan Bankeu ke pendidikan kota Samarinda. Karena memang ada sejarahnya, kalau ada Bankeu pendidikan ke bawahnya,” ungkapnya.

Sani juga menyoroti perbedaan besar dalam insentif antara guru tingkat Provinsi dengan Kota. Menurutnya, gep besaran anggaran yang terjadi sangat jauh berbeda. “Di provinsi itu insentifnya sampai 3-4 juta, sedangkan di Kota hanya 700 ribu. Jadi kita akan perjuangkan semaksimal mungkin,” tandasnya.

Dalam mengalokasikan anggaran untuk pendidikan, Sani juga berharap agar anggaran dari Provinsi dapat dialirkan secara lebih langsung ke Kota Samarinda. “Kalau pakai APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, Red) Kota, itu harus disesuaikan dengan anggarannya. Tapi ini kita coba untuk limpahkan anggaran Provinsi ke Kota. Kan Silpa (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran, Red) Provinsi besar, kita akan coba alirkan ke Kota,” jelasnya.

Sebagai informasi, pada tahun 2023 lalu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda menggelontorkan anggaran sebesar 14,7 Milliar untuk dibagikan ke 7000 guru dengan besaran Rp 700. 000/ 3 bulan. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *