Tak Semua Penerapan K3 Bisa Diawasi, Salehuddin Sebut Jadi Tantangan Bersama

PARLEMENTARI – Meskipun instrumennya sudah jelas, namun penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di dunia kerja, di berbagai sektor industri, masih sangat lemah. Salehuddin, Anggota Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah  (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyoroti persoalan tersebut, bahkan disebutnya sebagai masalah klasik.

Pernyataannya itu disampaikan Salehuddin usai menjadi narasumber Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di Desa Senoni, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (09/11/2023). Menurut Salehuddin, salah satu penyebab lemahnya penerapan K3 itu karena pengawas K3 itu jumlahnya terbatas.

”Sebenarnya kalau kita bicara terkait instrumen itu jelas ada, bahkan pengawas K3 di dinas kan juga ada,” terang anggota Komisi IV DPRD Kaltim yang saat ini juga duduk di posisi anggota Badan Musyawarah dan Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Kaltim.

Salehuddin

Menurut Salehuddin, jumlah perusahaan yang ada di Kaltim masih belum sebanding dengan jumlah ketersediaan pengawas K3 yang menjadi tantangan di dunia kerja saat ini di Kaltim. ”Memang tidak semua perusahaan dapat tercakup di level pos pengawasan, dan hal ini menjadi tantangan kita bersama baik dari segi budgeting dan proses pelaksanaannya,” tegasnya.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan Kabupaten Kutai Kartanegara ini menjelaskan, DPRD Kaltim telah berupaya mendorong pemerintah untuk dapat mengkover jumlah ketersediaan tenaga kerja bidang pengawasan yang disediakan pemerintah melalui penambahan anggaran.

Menurutnya, pihak DPRD siap memberikan support melalui anggaran untuk ketersediaan pengawas. Karena selama ini pengawasan kerja tidak maksimal dilakukan karena kurangnya ketersediaan pengawas. “Akibatnya hal-hal yang berkaitan dengan kecelakaan kerja maupun kesehatan kerja beberapa permasalahan buruh dan perusahaan dapat teratasi dengan baik,” ungkapnya.

Salehuddin menambahkan, dengan adanya pengawas yang memenuhi kriteria maka akan mudah untuk mendeteksi permasalahan yang terjadi, sehingga konflik tidak membesar dan langsung dapat teratasi secepat mungkin, jika ada permasalahan kerja. []

Penulis: Putri Aulia Maharani | Penyunting: Aji Utami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *