Tangga Arung Square Jadi Magnet Baru Penjualan Emas Kukar

KUTAI KARTANEGARA — Penjualan emas di kawasan Tangga Arung Square (TAS), Tenggarong, menunjukkan tren positif sepanjang Januari 2026. Kondisi ini mencerminkan mulai pulihnya perputaran ekonomi serta meningkatnya daya beli masyarakat di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Hal tersebut disampaikan Ulfah, salah satu pemilik toko UL Jewelry yang baru membuka gerai di kawasan Tangga Arung Square. Ia mengungkapkan bahwa sejak awal tahun, minat masyarakat untuk membeli perhiasan emas kembali mengalami peningkatan, meski harga emas sedang berada pada level tinggi.

Ulfah menjelaskan, harga emas 23 karat saat ini telah menembus Rp2,2 juta per gram. Sementara itu, emas dengan kadar 375 dipasarkan mulai kisaran Rp1 jutaan per gram. Untuk kategori perhiasan berlian, harga ikat perak dibanderol mulai Rp1 juta, sedangkan berlian dengan ikat emas dijual mulai Rp3,5 juta.

Meski UL Jewelry belum genap satu bulan beroperasi di lokasi baru, respons pasar dinilai cukup menggembirakan. Arus pengunjung yang stabil turut mendorong peningkatan transaksi penjualan. “Untuk omzet belum bisa kami hitung secara pasti karena belum ada sebulan buka. Tetapi alhamdulillah, penjualan di Tangga Arung Square lebih ramai dibanding saat berjualan di pasar relokasi Lapangan Pemuda,” ujarnya, Kamis, (22/01/2026).

Ia menuturkan, perhiasan dengan gramasi ringan menjadi pilihan utama konsumen. Pola pembelian tersebut menunjukkan bahwa masyarakat cenderung menyesuaikan belanja dengan kemampuan anggaran, namun tetap memperhatikan tren model perhiasan terbaru. “Banyak pelanggan memilih gramasi kecil agar harga tetap sesuai budget, tapi tetap mendapatkan model terbaru,” tambahnya.

Menurut Ulfah, cincin dan gelang menjadi jenis perhiasan yang paling banyak diminati. Selain untuk kebutuhan pribadi, sebagian pembeli juga mempertimbangkan emas sebagai instrumen investasi jangka menengah yang relatif aman.

Dari perspektif ekonomi, meningkatnya aktivitas jual beli emas dapat menjadi indikator membaiknya daya beli masyarakat. Dalam sektor ritel, emas kerap dijadikan tolok ukur kondisi ekonomi karena memiliki nilai investasi sekaligus nilai konsumtif.

Ulfah menilai geliat perdagangan di Tangga Arung Square turut berkontribusi besar terhadap peningkatan penjualan. Kawasan tersebut kini berkembang sebagai pusat aktivitas belanja baru di Tenggarong, dengan tingkat kunjungan yang lebih stabil dibandingkan pasar relokasi sebelumnya.

“Perputaran ekonomi di Kukar terlihat semakin baik. Dampaknya langsung terasa pada peningkatan penjualan emas. Kami optimistis tren ini berlanjut,” katanya.

Dengan tingginya harga emas di awal 2026 dan meningkatnya minat masyarakat, pelaku usaha perhiasan berharap sektor perdagangan di Kutai Kartanegara terus tumbuh. Tren penjualan yang positif menjadi sinyal bahwa aktivitas ekonomi daerah mulai memasuki fase pemulihan yang lebih kuat dan berkelanjutan. []

Penulis: Anggi Triomi | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *