Tren Baru! 70 Persen Tamu Hotel Booking Mendadak, Industri Dipaksa Berubah

JAKARTA – Perubahan perilaku wisatawan mendorong industri perhotelan beradaptasi cepat, setelah mayoritas tamu kini memesan kamar secara mendadak atau last minute, bahkan hanya beberapa jam sebelum waktu check-in, pada April 2026.

Fenomena tersebut tercermin dari data Topotels Hotels & Resorts yang mencatat sekitar 7 dari 10 tamu melakukan pemesanan spontan di berbagai unit hotel yang dikelolanya di sejumlah kota besar. Pola ini menunjukkan pergeseran kebiasaan perjalanan dari yang sebelumnya terencana menjadi lebih fleksibel dan berbasis kebutuhan sesaat.

Corporate Director of Sales Topotels mengatakan perubahan ini menandai transformasi cara masyarakat memanfaatkan hotel, tidak lagi semata untuk liburan panjang, melainkan sebagai sarana jeda singkat dari rutinitas. “Kami melihat tamu tidak lagi selalu menunggu waktu liburan. Banyak yang memutuskan untuk menginap secara spontan, bahkan hanya untuk satu malam, sebagai cara cepat untuk recharge,” ujarnya sebagaimana dilansir Bisnis, Rabu (22/04/2026).

Tren tersebut terlihat merata di berbagai kota, mulai dari Jakarta, Palembang, Batam, Medan, hingga Pekanbaru. Di sejumlah properti pusat kota, peningkatan pemesanan mendadak didominasi kebutuhan praktis seperti beristirahat, bekerja dengan suasana baru, hingga sekadar mencari ruang pribadi.

Di Medan, lonjakan reservasi spontan kerap berasal dari tamu transit yang melanjutkan perjalanan ke destinasi lain. Sementara di Pekanbaru, tamu bisnis mendominasi pemesanan mendadak akibat jadwal kerja yang dinamis. Adapun di Palembang, tren serupa muncul dari tamu domestik yang memanfaatkan hotel untuk staycation singkat maupun perjalanan bisnis tanpa perencanaan panjang.

Kondisi ini juga memperlihatkan perubahan preferensi, terutama di kalangan milenial dan generasi Z yang lebih mengutamakan pengalaman dibandingkan kemewahan. Hotel kini dipandang sebagai ruang multifungsi, tidak hanya untuk menginap, tetapi juga bekerja fleksibel hingga menjaga keseimbangan hidup.

Corporate Revenue Manager Topotels menegaskan bahwa perubahan perilaku tersebut memaksa industri untuk memperkuat layanan berbasis digital dan fleksibilitas pemesanan. “Hari ini, keputusan tamu bisa terjadi dalam hitungan menit. Karena itu, kami memastikan proses booking di semua unit Topotels bisa dilakukan dengan mudah, cepat, dan efisien,” ujarnya.

Seiring tren ini, pelaku industri perhotelan dituntut untuk lebih adaptif dalam menyediakan akses pemesanan cepat, sistem direct booking, serta pengalaman digital yang responsif. Langkah tersebut dinilai menjadi kunci dalam menjaga daya saing sekaligus menjawab kebutuhan wisatawan modern yang semakin dinamis. []

Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *