UMKM Sumut Didominasi Usaha Kecil, Digitalisasi Jadi Kunci Naik Kelas
MEDAN – Digitalisasi dan peningkatan kualitas produk menjadi dua hal yang perlu diperkuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sumatera Utara (Sumut) agar mampu memperluas pasar dan bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut mendorong pelaku UMKM memanfaatkan teknologi sekaligus memperbaiki pengelolaan usaha agar dapat berkembang dan naik kelas.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Timur Tumanggor menyampaikan hal tersebut saat membuka Pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) AKBAR Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Medan di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, Jumat (16/10/2026).
“Salah satu peluang besar yang harus kita manfaatkan adalah digitalisasi. Melalui media sosial, lokapasar atau marketplace, pembayaran digital, serta pencatatan keuangan berbasis teknologi, maka dapat memperluas jangkauan pemasaran, menjangkau konsumen baru, meningkatkan efisiensi, dan mengelola usaha secara lebih profesional,” ucapnya, sebagaimana diberitakan Sumutprov, Jumat (16/10/2026).
Menurut Timur, Sumut memiliki sekitar 1,48 juta unit UMKM yang menyerap lebih dari 2,18 juta tenaga kerja. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya peran UMKM dalam menopang perekonomian masyarakat, membuka lapangan kerja, serta menjadi sumber penghidupan jutaan keluarga.
UMKM di Sumut tersebar di berbagai bidang, mulai dari perdagangan, kuliner, industri pengolahan, jasa, hingga pengangkutan dan pergudangan. Sebagian usaha berawal dari skala rumahan dan masih menghadapi keterbatasan, tetapi memiliki peluang untuk tumbuh apabila didukung pengembangan keterampilan dan akses pasar.
Timur mengingatkan, penggunaan teknologi pemasaran tidak akan cukup jika tidak dibarengi mutu produk yang konsisten, kemasan menarik, informasi yang jelas, legalitas sesuai ketentuan, serta pelayanan yang mampu membangun kepercayaan konsumen.
“Akan tetapi, teknologi juga harus diikuti dengan kualitas produk yang baik. Produk harus memiliki mutu yang konsisten, kemasan yang menarik, informasi yang jelas, legalitas yang sesuai, serta pelayanan yang mampu membangun kepercayaan konsumen. Dengan demikian, produk UMKM Sumatera Utara tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional,” terangnya.
Ia menilai, peningkatan kapasitas pelaku usaha perlu diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam kegiatan bisnis sehari-hari. Hal itu sejalan dengan tema pelatihan, “Dari Literasi Menuju Aksi, Dari Usaha Menuju Naik Kelas”, yang menekankan pentingnya mengubah pemahaman menjadi langkah nyata untuk mengembangkan usaha.
“Saya berharap kegiatan ini menjadi langkah nyata bagi para pelaku UMKM untuk semakin percaya diri, adaptif terhadap perubahan, berani berinovasi, dan terus meningkatkan kualitas usahanya. Mari kita buktikan bahwa dari literasi lahir aksi, dari pendampingan tumbuh kemandirian, dan dari usaha yang dikelola dengan baik lahir UMKM yang mampu naik kelas serta menjadi kekuatan ekonomi Sumut,” ucapnya.
Sementara itu, Pemimpin PNM Cabang Medan Muhammad Wazir mengatakan, pendampingan kepada pelaku UMKM dilakukan melalui pelatihan, bimbingan, serta studi banding ke sejumlah daerah. Upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan mengelola usaha sekaligus membuka peluang pengembangan jaringan bisnis.
Dalam pelaksanaan PKU AKBAR tersebut, sekitar 150 pelaku UMKM mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kapasitas usaha. Wazir menilai, pengembangan bisnis tidak hanya memerlukan modal finansial, tetapi juga modal sosial berupa jaringan, komunitas, dan akses terhadap pasar yang lebih luas.
Menurutnya, dukungan pembiayaan perlu diimbangi kemampuan menggunakan modal secara tepat guna agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan. PNM juga berupaya membuka akses pemasaran yang lebih luas, termasuk peluang ekspor bagi produk UMKM.
“PNM juga memberikan akses kepada pelaku UMKM agar memperoleh akses pemasaran yang lebih luas untuk ekspor. Hingga kini sudah 1.466 kegiatan pelatihan untuk 33.100 nasabah PNM. Pemerintah, lembaga pembiayaan, dunia usaha, dan masyarakat harus berjalan bersama, sehingga UMKM memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk berkembang, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” pungkasnya.
Penguatan literasi digital, kualitas produk, pendampingan, dan jejaring pemasaran diharapkan membantu UMKM Sumut memperluas jangkauan konsumen serta meningkatkan daya saing. Kolaborasi pemerintah, lembaga pembiayaan, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting agar pertumbuhan UMKM turut membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. []
Redaksi01
