Warung Banua Didorong Jadi Jalan UMKM Kalsel Naik Kelas

0
IMG_9192-1024x682

BANJARBARU – Digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu strategi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk memperluas pemasaran produk lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Upaya tersebut dilakukan melalui pengenalan aplikasi Warung Banua kepada pelaku UMKM dalam lokakarya penggunaan teknologi digital di Aula Bung Hatta, Kantor Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) Kalsel, Selasa (13/10/2026).

Kepala Dinas Koperasi dan UKM (Kadis Koperasi dan UKM) Kalsel, Rahmaddin MY, mengatakan pemanfaatan teknologi digital diharapkan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas bisnis dan memanfaatkan peluang pasar yang semakin berkembang.

“Harapan kita bersama adalah bagaimana agar UMKM bisa naik kelas. Kita ingin pelaku UMKM terus berkembang dan mampu memanfaatkan peluang yang tersedia melalui teknologi digital,” ujarnya.

Menurut Rahmaddin, penguatan UMKM tidak hanya berkaitan dengan pengembangan usaha, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun perekonomian dari tingkat keluarga dan desa. Hal tersebut sejalan dengan visi pembangunan nasional menuju Indonesia Maju 2045 yang menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi dari lapisan masyarakat paling bawah.

Ia menjelaskan, aktivitas usaha masyarakat yang tumbuh di lingkungan keluarga, rukun tetangga (RT), rukun warga (RW), hingga kawasan perdesaan memiliki peran dalam menopang perekonomian daerah. Meski berskala kecil, akumulasi kegiatan ekonomi tersebut tetap memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalsel.

“Anak-anak UMKM ini memiliki kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang langsung berasal dari sumbernya, mulai dari keluarga, RT, RW, kampung, dan sebagainya. Walaupun kecil, tetap ada kontribusinya terhadap PDRB,” jelasnya, sebagaimana diwartakan Sumber Berita, Selasa, (13/10/2026).

Rahmaddin menilai, pengembangan UMKM perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya meningkat, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Penguatan sektor usaha tersebut juga diharapkan mendukung upaya pengentasan kemiskinan melalui peningkatan produktivitas dan peluang pendapatan.

Untuk mendukung tujuan itu, Diskop UKM Kalsel menyelenggarakan lokakarya bertema Go Digital: Aplikasi Warung Banua, UMKM Naik Kelas. Kegiatan tersebut memperkenalkan penggunaan aplikasi digital sebagai sarana untuk memperkuat kemampuan pelaku usaha dalam mengelola dan memasarkan produk.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalsel turut dilibatkan untuk memberikan materi mengenai proses pendaftaran dan penggunaan aplikasi Warung Banua. Selain itu, Fajar Rizki Rahman dijadwalkan menyampaikan materi tentang strategi pemasaran produk melalui sistem digital.

Materi tersebut diharapkan membantu pelaku UMKM memahami pemanfaatan platform digital untuk memperluas jangkauan konsumen dan meningkatkan daya saing produk lokal. Penguasaan teknologi juga menjadi salah satu aspek penting agar usaha kecil dapat beradaptasi dengan perubahan pola pemasaran dan kebutuhan pasar.

Rahmaddin berharap, pengenalan aplikasi Warung Banua dapat mendorong semakin banyak pelaku UMKM di Kalsel memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan bisnisnya. Dengan peningkatan kapasitas usaha dan perluasan akses pemasaran, UMKM diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga tumbuh menjadi usaha yang lebih produktif serta memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *