119 KDMP Beroperasi, Ekonomi Desa Lebak Mulai Didorong

0
119 KDMP Beroperasi, Ekonomi Desa Lebak Mulai Didorong

LEBAK – Sebanyak 119 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Lebak mulai beroperasi dengan mengembangkan usaha berbasis potensi lokal, sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pemasaran produk mereka melalui koperasi.

Koperasi tersebut berada di bawah naungan PT Agrinas Nusa Pangan setelah melalui proses verifikasi dan dinyatakan layak menjalankan berbagai kegiatan usaha. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak berharap keberadaan KDMP tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi berkembang menjadi wadah yang mampu menggerakkan produksi dan pemasaran hasil usaha masyarakat desa.

Kepala Dinas (Kadis) Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Imam Suangsa mengatakan, 119 KDMP yang telah beroperasi dinilai memenuhi hasil verifikasi untuk menjalankan kegiatan usaha koperasi. “Ke-119 KDMP yang beroperasi tersebut sesuai hasil verifikasi dan layak untuk melakukan kegiatan aneka usaha koperasi guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” kata Imam, Kamis (08/10/2026), sebagaimana diberitakan RRI, Kamis (08/10/2026).

Menurut Imam, keterlibatan pelaku UMKM sebagai anggota koperasi menjadi salah satu kekuatan yang dapat menciptakan perputaran ekonomi di tingkat desa. Produk yang dihasilkan anggota dapat ditampung sekaligus dipasarkan melalui unit usaha yang dikembangkan KDMP.

“Keberadaan KDMP dipastikan dapat menggulirkan perputaran uang, karena anggotanya juga terdapat pelaku UMKM dan produksinya bisa ditampung koperasi,” ujar Imam.

Berbagai unit usaha dapat dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat dan potensi ekonomi masing-masing desa. Bentuknya antara lain gerai koperasi, gerai klinik dan apotek, gerai warung bahan pokok atau sembako, gerai pertanian, hingga gerai pergudangan.

KDMP juga dapat menjalankan fungsi jasa penyaluran sejumlah bantuan pemerintah kepada masyarakat. Bantuan tersebut antara lain bantuan pangan, Program Keluarga Harapan (PKH), dan bantuan sosial lainnya.

Imam menilai model pengembangan usaha berbasis potensi desa dapat memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan masyarakat apabila dikelola secara profesional. “Kami meyakini usaha koperasi itu dipastikan dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat di daerah itu,” katanya.

Pemkab Lebak menargetkan seluruh 344 desa di wilayah tersebut memiliki KDMP yang dapat beroperasi pada tahun depan. Target itu diharapkan memperluas jangkauan koperasi sekaligus memperbesar peluang masyarakat memanfaatkan koperasi sebagai sarana produksi, perdagangan, dan pemasaran.

“Kami juga menargetkan tahun depan KDMP bisa beroperasi di 344 desa,” ujar Imam.

Potensi pengembangan usaha KDMP cukup beragam karena setiap desa memiliki komoditas dan produk unggulan yang dapat dikembangkan. Dari sektor pangan, misalnya, produk UMKM berbahan baku lokal seperti singkong, pisang, ubi-ubian, dan ikan dapat diarahkan untuk memenuhi kebutuhan gerai koperasi.

Selain pangan olahan, potensi ekonomi masyarakat juga berasal dari perkebunan, pertanian, peternakan, dan perikanan. Produk seperti gula aren yang berasal dari pohon aren serta kaceprek berbahan baku melinjo menjadi contoh komoditas lokal yang dapat masuk ke dalam rantai pemasaran koperasi.

“Semua produksi UMKM bisa memenuhi gerai koperasi, sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat,” kata Imam.

Gambaran tersebut mulai terlihat di KDMP Desa Pondok Panjang. Ketua KDMP Desa Pondok Panjang Aep Saepudin mengatakan koperasi di desanya mengembangkan kegiatan usaha dengan memanfaatkan produk yang dihasilkan masyarakat setempat.

KDMP Desa Pondok Panjang memiliki 294 anggota yang sebagian besar merupakan pelaku UMKM. Mereka menghasilkan sejumlah produk unggulan seperti emping kaceprek, gula aren, sale pisang, dan bakso ikan.

“Anggota koperasi di sini sebanyak 294 orang dan sebagian besar pelaku UMKM produksi usaha emping kaceprek, gula aren, sale pisang dan bakso ikan,” kata Aep.

Menurut Aep, penguatan fungsi koperasi sebagai wadah pemasaran akan memberikan ruang lebih besar bagi produk masyarakat untuk berkembang. Ia berharap KDMP dapat terus tumbuh dan menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru di pedesaan.

“Kami mendorong agar koperasi itu tumbuh dan berkembang sehingga dapat menciptakan perekonomian baru bagi masyarakat pedesaan,” ujar Aep. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *