120 Produk Lokal Maluku Utara Mulai Bidik Pasar Nasional
Oplus_16908288
JAKARTA – Sebanyak 120 produk olahan berbahan baku lokal asal Maluku Utara mendapat kesempatan memperluas pasar nasional melalui Tjipta UMKM Fair 2026 yang berlangsung di Sinar Mas Land Plaza, Jakarta, 3-4 September 2026. Keikutsertaan empat industri kecil dan menengah (IKM) dalam ajang tersebut menjadi salah satu upaya mempertemukan produk daerah dengan calon konsumen, mitra usaha, serta jejaring pasar yang lebih luas.
Produk yang dibawa dalam pameran tersebut tidak hanya menampilkan kekhasan bahan baku Maluku Utara, tetapi juga menunjukkan peluang peningkatan nilai tambah komoditas daerah. Beragam produk berbahan kenari, kopi, sagu, cokelat, rempah, hingga minyak cengkih ditampilkan untuk memperkenalkan potensi usaha lokal kepada pasar di tingkat nasional.
Pameran yang digelar Eka Tjipta Foundation (ETF) itu diikuti empat IKM, yakni Pakesang, Amalia Queenlove, Sulamina, dan KTH Buku Manyeku. Keikutsertaan mereka merupakan bagian dari program UMKM Naik Kelas yang dikembangkan melalui model Inclusive Closed Loop (ICL).
ICL merupakan skema kemitraan bisnis yang menghubungkan pelaku usaha dan petani dengan perusahaan pembina atau off-taker, lembaga keuangan, serta pemerintah dalam satu rantai usaha yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Melalui pola tersebut, pengembangan usaha tidak hanya diarahkan pada peningkatan produksi, tetapi juga membuka akses terhadap pembiayaan, pendampingan, dan pasar.
ETF mengundang sejumlah peserta dengan produk unggulan binaan dari Provinsi Maluku Utara (Malut) untuk diperkenalkan dalam kegiatan tersebut. Total produk yang ditampilkan mencapai kurang lebih 120 jenis, dengan bahan baku yang sebagian besar berasal dari komoditas khas daerah.
Kehadiran produk Malut di Jakarta juga mendapat dukungan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Malut. Instansi tersebut berkoordinasi dengan Badan Penghubung Provinsi Malut di Jakarta guna memastikan produk yang dibawa dari daerah dapat mengikuti rangkaian kegiatan dan memperoleh ruang promosi yang optimal.
“Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan produk-produk yang dibawa dari Maluku Utara dapat ditampilkan dengan baik selama kegiatan berlangsung. Selain itu dapat mendukung keterhubungan antara pelaku IKM daerah dan ruang promosi serta jejaring pasar di Jakarta,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadis Perindag) Provinsi Malut, M. Ronny Saleh, sebagaimana diberitakan Halmaherapedia, Kamis, (03/09/2026).
Menurut Ronny, keterlibatan pelaku IKM dalam kegiatan berskala nasional merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperbesar akses pasar bagi produk lokal. Pameran dinilai dapat menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produknya di luar wilayah pemasaran yang selama ini telah dijangkau.
“Kita inginkan produk para pelaku usaha di Maluku Utara memiliki ruang untuk dikenal lebih luas.Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong agar produk lokal tidak hanya kuat di pasar daerah, melainkan juga mampu menjangkau pasar nasional,” ujarnya.
Ronny mengatakan komoditas lokal seperti kenari, sagu, kopi, rempah, dan cengkih memiliki peluang untuk dikembangkan lebih jauh menjadi produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Pengembangan tersebut sekaligus dapat memperkuat karakter produk daerah sehingga tidak hanya mengandalkan penjualan bahan mentah.
Menurut dia, penguatan produk berbasis bahan baku lokal juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkokoh identitas ekonomi daerah. Ketika komoditas lokal diolah menjadi berbagai produk siap jual, manfaat ekonominya diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha dan masyarakat yang terlibat dalam rantai produksinya.
“Bagi Pemerintah Provinsi Maluku Utara, kesempatan membawa produk daerah ke ruang pamer nasional menjadi salah satu langkah mempertemukan potensi usaha lokal dengan pasar yang lebih luas,”katanya.
Dengan masuknya produk-produk tersebut ke ruang promosi nasional, pemerintah daerah berharap jejaring usaha yang terbentuk tidak berhenti pada kegiatan pameran. Akses terhadap pasar, mitra bisnis, dan peluang pengembangan produk diharapkan dapat menjadi pijakan bagi IKM Malut untuk meningkatkan skala usaha sekaligus memperluas jangkauan pemasaran pada masa mendatang. []
Redaksi01
