Jadwal DAMRI Tana Tidung Jumat 4 September, Ada Dua Rute
TANA TIDUNG – Warga Kabupaten Tana Tidung (KTT) memiliki pilihan angkutan umum menuju sejumlah daerah di Kalimantan Utara (Kaltara) dengan tarif mulai Rp20 ribu. Layanan Perusahaan Umum (Perum) DAMRI tersebut melayani perjalanan menuju Tanjung Selor dan Malinau dengan jadwal keberangkatan yang tersedia setiap hari.
Kehadiran layanan tersebut dinilai membantu masyarakat yang membutuhkan transportasi antardaerah dengan biaya relatif terjangkau. Selain tarif yang lebih murah dibandingkan sejumlah moda transportasi lain, penumpang juga dapat membawa barang dalam jumlah cukup banyak.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) KTT Arief Prasetiawan mengatakan keberadaan trayek DAMRI memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat, terutama mereka yang hendak bepergian keluar daerah.
“Pastinya kami sangat berterima kasih ya dengan adanya trayek DAMRI ini masyarakat bisa keluar daerah dengan tarif yang lebih murah dan barang yang dibawa pun bisa cukup banyak,” ujar Arief, sebagaimana diberitakan TribunKaltara, Kamis, (03/09/2026).
Untuk perjalanan KTT menuju Tanjung Selor, layanan DAMRI tersedia setiap hari pada pagi hari. Pada Jumat (04/09/2026), bus dijadwalkan berangkat pukul 10.00 WITA.
Tarif perjalanan disesuaikan dengan titik keberangkatan dan tujuan penumpang. Dari Tideng Pale menuju Tanjung Selor, tarif ditetapkan Rp85 ribu. Tarif yang sama berlaku untuk perjalanan dari Sesayap menuju Tanjung Selor.
Sementara itu, perjalanan dari Tideng Pale menuju Panca Agung atau Pimping dikenakan tarif Rp80 ribu. Penumpang dari Sekatak Buji menuju Tanjung Selor juga dikenakan Rp85 ribu, sedangkan perjalanan dari Panca Agung menuju Tanjung Selor sebesar Rp60 ribu.
Adapun perjalanan dari Tideng Pale menuju Sekatak Buji dikenakan tarif Rp50 ribu. Perbedaan tarif tersebut mengikuti jarak dan titik naik-turun penumpang sepanjang rute.
Perjalanan dari Kecamatan Sesayap menuju Tanjung Selor diperkirakan berlangsung sekitar empat jam. Bus pada rute tersebut memiliki kapasitas hingga 45 penumpang, sehingga layanan ini dapat menjadi salah satu pilihan transportasi massal bagi warga KTT yang hendak menuju pusat pemerintahan Kaltara.
Selain rute Tanjung Selor, DAMRI juga menyediakan perjalanan KTT-Malinau dengan dua waktu keberangkatan setiap hari, yakni pagi dan sore. Pada Jumat (04/09/2026), keberangkatan pertama dijadwalkan pukul 08.00 WITA, sedangkan perjalanan kedua berangkat pukul 15.00 WITA.
Tarif perjalanan dari KTT menuju Malinau ditetapkan Rp40 ribu per penumpang. Layanan tersebut juga mencakup sejumlah wilayah yang berada di sepanjang jalur perjalanan.
Penumpang menuju Desa Seputuk dikenakan tarif Rp20 ribu. Tarif yang sama berlaku untuk perjalanan menuju Desa Belayan Ari dan Desa Kapuak. Sementara itu, perjalanan menuju Sesua dikenakan tarif Rp30 ribu.
Rute KTT-Malinau menggunakan bus dengan kapasitas 19 penumpang. Waktu tempuh perjalanan diperkirakan sekitar satu setengah jam, sehingga masyarakat memiliki alternatif perjalanan dengan durasi dan biaya yang relatif terukur.
Dengan tersedianya dua rute tersebut, layanan DAMRI tidak hanya membuka akses perjalanan menuju Tanjung Selor dan Malinau, tetapi juga menghubungkan sejumlah wilayah yang berada di sepanjang jalur transportasi. Keberlanjutan layanan diharapkan dapat membantu mobilitas masyarakat KTT sekaligus memperkuat konektivitas antardaerah di Kaltara. []
Redaksi01
