2.700 Pembudidaya Ikan Paser Dibina, Rumput Laut Tembus Ekspor ke China

Sebanyak 2.700 pembudidaya ikan di Paser tergabung dalam 300 Pokdakan, dengan dukungan pemerintah untuk penguatan budidaya dan pengembangan ekspor rumput laut.

PASER – Sebanyak 2.700 pembudidaya ikan di Kabupaten Paser (Paser), Kalimantan Timur (Kaltim), tercatat tergabung dalam sekitar 300 kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan), sebagai bagian dari upaya penguatan sektor perikanan budidaya melalui pembinaan terstruktur oleh pemerintah daerah.

Data tersebut disampaikan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Paser melalui Bidang Perikanan Budidaya, yang menilai pengelompokan menjadi strategi penting untuk meningkatkan efektivitas pendampingan, pengawasan, dan pengembangan usaha perikanan masyarakat.

Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Budidaya DKP Paser, Dadang Suherman, menjelaskan bahwa pengelompokan pembudidaya mempermudah koordinasi program pemerintah di lapangan.

“Sekitar 2.700 orang pembudidaya tergabung dalam kurang lebih 300 kelompok,” ujarnya saat diwawancarai di Paser, Rabu (15/04/2026).

Ia mengungkapkan, sektor budidaya di Paser terbagi menjadi dua kategori utama, yakni budidaya air payau di wilayah pesisir dan budidaya air tawar di wilayah daratan. Pada sektor air payau, komoditas unggulan meliputi udang dan ikan bandeng, dengan benih udang dikenal sebagai benur dan benih bandeng disebut nener.

Pemkab Paser melalui DKP Paser juga memberikan dukungan sarana produksi bagi petambak, meski disesuaikan dengan kebutuhan serta ketersediaan anggaran daerah.

Sementara itu, budidaya air tawar berkembang di wilayah Long Ikis dan Kuaro dengan komoditas utama ikan nila dan lele. Dukungan pemerintah diwujudkan melalui bantuan paket budidaya lele berbasis kolam terpal yang mencakup sarana kolam, benih, hingga pakan.

Memasuki 2026, DKP Paser menargetkan penguatan sektor budidaya melalui kegiatan monitoring dan evaluasi, pendampingan Pokdakan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang dijadwalkan dimulai pada triwulan II tahun 2026.

Selain perikanan budidaya, DKP Paser juga mencatat komoditas rumput laut dari Paser dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) telah menembus pasar ekspor ke China melalui jalur distribusi Sulawesi.

“Pengepul datang langsung, menimbang, lalu membayar di tempat,” kata Dadang.

Ia menjelaskan, hasil panen rumput laut dikumpulkan di gudang penampungan wilayah perbatasan Paser–PPU, seperti di Lebangka, sebelum diproses melalui tahap pengepresan dan pengiriman ke Balikpapan. Selanjutnya, komoditas tersebut didistribusikan ke Sulawesi, khususnya Makassar dan Palopo, untuk diolah di fasilitas industri sebelum diekspor.

Komoditas rumput laut yang dominan dibudidayakan adalah jenis Eucheuma cottonii, dengan siklus panen sekitar satu bulan serta metode panen selektif tanpa mencabut seluruh tanaman.

Meski rantai distribusi berjalan relatif lancar, DKP Paser mengakui keterbatasan fasilitas pengolahan di Kaltim masih menjadi tantangan, sehingga nilai tambah komoditas lebih banyak dinikmati di luar daerah. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah untuk mendorong pengembangan industri hilir ke depan. []

Penulis: Darwanti | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *