Tarif Murah, Penumpang KA Bandung Raya Melonjak Tajam Awal 2026

BANDUNG – Lonjakan jumlah penumpang Kereta Api (KA) Lokal Bandung Raya pada awal 2026 menegaskan pergeseran preferensi masyarakat ke moda transportasi massal berbiaya murah, di tengah kebutuhan mobilitas harian yang semakin tinggi di kawasan perkotaan.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat, layanan KA Lokal Bandung Raya melayani 2.858.523 pelanggan pada Triwulan I 2026. Angka ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 2.450.007 pelanggan, bahkan jauh di atas capaian 1.966.318 pelanggan pada Triwulan I 2024.

Vice President (VP) Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (Persero) Anne Purba menyebut peningkatan tersebut menunjukkan kereta lokal semakin menjadi tulang punggung aktivitas masyarakat di wilayah Bandung Raya. “Setiap perjalanan yang terjadi di kereta lokal adalah bagian dari aktivitas masyarakat yang terus berjalan. Dari berangkat bekerja, mengantar anak sekolah, hingga mengakses layanan kesehatan, semuanya saling terhubung dalam satu perjalanan yang terjangkau dan dapat diandalkan,” ujar Anne dalam keterangan resmi, sebagaimana diberitakan Kompas, Jumat (17/04/2026).

Dengan tarif mulai Rp5.000 untuk perjalanan terjauh, layanan ini menghubungkan berbagai kawasan strategis, mulai dari permukiman, pusat pendidikan, hingga kawasan bisnis. Rute Padalarang–Cicalengka pulang pergi juga dinilai efektif mengakomodasi kebutuhan komuter harian.

Selain faktor tarif, peningkatan jumlah pengguna juga didukung oleh jadwal perjalanan yang semakin padat berdasarkan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka). Frekuensi keberangkatan yang tinggi dari sejumlah stasiun seperti Cicalengka, Rancaekek, Kiaracondong, hingga Bandung memberikan fleksibilitas waktu bagi penumpang.

Di sisi lain, pertumbuhan jumlah penumpang ini menjadi indikator meningkatnya kepercayaan publik terhadap transportasi massal berbasis rel. Hal tersebut sekaligus memperkuat peran KA lokal dalam mengurangi kepadatan lalu lintas serta mendukung mobilitas berkelanjutan di kawasan perkotaan.

Ke depan, optimalisasi layanan, peningkatan kapasitas angkut, serta integrasi antarmoda diharapkan terus dilakukan guna menjaga tren positif ini sekaligus menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang. []

Penulis: Intan Maharani | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *