200 Teknologi Industri Dipamerkan, Batam Bidik Penguatan Manufaktur

BATAM – Penguatan teknologi otomasi dinilai menjadi salah satu kebutuhan penting bagi industri Batam yang memiliki lebih dari 35 kawasan industri dan sekitar 135 kawasan galangan kapal. Kehadiran teknologi robotik, mesin laser, hingga sistem produksi otomatis diperkenalkan dalam pameran manufaktur dan robotik internasional yang untuk pertama kalinya digelar di Batam.

Pameran bertajuk Manufacturing Indonesia Series – Batam Chapter 2026 berlangsung di Radisson Golf & Convention Center Batam pada 29 September hingga 1 Oktober 2026. Kegiatan tersebut mempertemukan penyedia teknologi manufaktur dengan pelaku industri yang membutuhkan mesin dan sistem produksi modern.

Deputy of Investment Badan Pengusahaan (BP) Batam, Fary Djemy Franscis, mengatakan pembaruan teknologi perlu berjalan beriringan dengan penguatan ekosistem industri. Menurut dia, kawasan industri dan galangan kapal di Batam membutuhkan dukungan teknologi serta sistem informasi modern untuk mempertahankan daya saing.

“Regulasi kita perbaiki, percepatan, dan utilitas harus kita bangun. Investasi kita dorong cepat, tetapi infrastruktur kita dorong,” ujar Fary, sebagaimana diberitakan Batamnews, Selasa, (29/09/2026).

Fary berharap pameran tersebut dapat memperluas peluang kerja sama industri dan investasi. Menurutnya, penguatan manufaktur juga berpotensi mendorong aktivitas ekspor-impor serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Dalam pameran tersebut, sekitar 200 teknologi ditampilkan melalui 50 stan. Produk yang diperkenalkan mencakup mesin manufaktur, pengerjaan logam, permesinan, otomasi, teknologi robotik, hingga sistem pendukung konsep smart manufacturing.

Salah satu teknologi yang menjadi perhatian adalah Robot Welding dari PT Synergris Industrial Utama. Teknologi tersebut menggabungkan sistem pengelasan otomatis dengan pergerakan robot yang dikendalikan melalui perangkat lunak untuk menghasilkan pengelasan dengan tingkat presisi dan konsistensi tinggi.

Teknologi tersebut juga diarahkan untuk kebutuhan industri galangan kapal. Selain Robot Welding, Synergris menampilkan Laser Cutting Solutions yang telah dipasarkan di Batam. Salah satu merek yang digunakan adalah Bodor, dengan sekitar 20 unit telah dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan industri lokal.

Teknologi otomasi lainnya ditampilkan PT Makro Jaya melalui mesin laser untuk marking atau penandaan produk. Mesin tersebut bekerja secara otomatis untuk mencetak identitas pada berbagai produk industri dan telah digunakan sejumlah perusahaan di Batam.

Portfolio Director PT Pamerindo Indonesia, Meysia Stephannie, mengatakan pameran perdana di Batam menghadirkan teknologi dari peserta nasional maupun internasional. Produk yang ditampilkan antara lain berasal dari Singapura, Jerman, Jepang, China, dan Taiwan, serta sebagian telah didistribusikan melalui perusahaan asal Indonesia.

“Kami berharap pameran kali ini menjadi sesuatu yang bermanfaat,” kata Stephannie.

Menurut Stephannie, Batam dipilih karena memiliki posisi strategis di kawasan regional serta berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Kota ini juga memiliki basis industri yang membutuhkan pasokan teknologi manufaktur modern.

Pamerindo sebelumnya telah menyelenggarakan pameran manufaktur di Jakarta selama sekitar tiga dekade. Ekspansi ke Batam dilakukan untuk mendekatkan penyedia teknologi dengan pelaku industri di kawasan tersebut.

Pameran yang mengusung tema “Indonesia’s New Industrial Gateway” itu menargetkan sekitar 3.500 pengunjung selama tiga hari. Kehadiran berbagai teknologi otomasi diharapkan memperluas akses industri Batam terhadap solusi produksi modern sekaligus mendukung peningkatan efisiensi dan daya saing industri di kawasan tersebut. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *