521 Saham Melemah, IHSG Terjun 1,49% di Sesi I

JAKARTA – Tekanan jual semakin meluas di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Jumat (11/09/2026), dengan seluruh indeks sektoral bergerak turun hingga sesi pertama berakhir. Kondisi tersebut membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 1,49 persen atau 98,42 poin ke level 6.490,91.

Mengutip data BEI melalui RTI Business, sebanyak 521 saham tercatat melemah pada perdagangan sesi I, sementara hanya 133 saham menguat dan 131 saham lainnya bergerak stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp8,47 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 20,18 miliar saham.

Sektor transportasi menjadi kelompok yang mengalami tekanan paling besar dengan penurunan 2,12 persen. Pelemahan berikutnya terjadi pada sektor barang konsumer non-primer sebesar 1,88 persen, infrastruktur 1,77 persen, energi 1,68 persen, barang baku 1,62 persen, serta keuangan 1,37 persen.

Tekanan juga terjadi pada sektor barang konsumer primer yang turun 1,23 persen. Sementara itu, sektor kesehatan dan perindustrian masing-masing melemah 1,18 persen, properti dan real estat turun 1,01 persen, sedangkan teknologi terkoreksi 0,65 persen.

Sebaran saham yang melemah tersebut menunjukkan tekanan perdagangan tidak hanya terjadi pada kelompok saham tertentu. Hampir seluruh lini sektor pasar mengalami koreksi pada sesi pertama, sehingga pergerakan IHSG ikut terseret lebih dalam.

Di jajaran Indeks Likuiditas 45 (LQ45), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) menjadi saham dengan penurunan terbesar, yakni 4,41 persen ke Rp650 per saham. Posisi berikutnya ditempati PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang turun 4,06 persen menjadi Rp945 per saham dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang terkoreksi 3,35 persen ke Rp3.170 per saham.

Di tengah dominasi saham yang melemah, masih terdapat sejumlah saham LQ45 yang mampu bergerak positif. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) naik 0,64 persen ke Rp1.580 per saham, disusul PT Amman Mineral International Tbk (AMMN) sebesar 0,62 persen ke Rp4.840 per saham dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang menguat 0,48 persen ke Rp26.225 per saham.

Pergerakan pasar tersebut terjadi setelah IHSG dibuka dengan tekanan kuat pada perdagangan Jumat pagi. Hingga sesi pertama, pelemahan masih bertahan dan mencerminkan dominasi sentimen negatif di pasar saham domestik, sebagaimana diberitakan Kontan, Jumat (11/09/2026).

Pergerakan saham pada sesi berikutnya akan menjadi perhatian pelaku pasar untuk melihat apakah tekanan jual berlanjut atau mulai mereda setelah IHSG berada di bawah level 6.500. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *