Pasar Murah Festival Bawang Merah Diserbu Warga Brebes
BREBES – Pasar murah yang digelar bersamaan dengan Festival Bawang Merah Brebes ke-4 menjadi momentum bagi warga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran. Kegiatan yang berlangsung di Alun-alun Brebes, Jumat (11/09/2026), tersebut diserbu masyarakat karena menawarkan sejumlah komoditas pangan dengan harga yang dinilai lebih terjangkau.
Pasar murah itu digelar selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu, 13 September 2026, sebagai bagian dari rangkaian Festival Bawang Merah Brebes ke-4. Selain mendukung kemeriahan festival, kegiatan tersebut diarahkan untuk membantu menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok bagi masyarakat.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Hendri Adi Komara, mengatakan pasar murah menjadi salah satu upaya pemerintah menghadirkan kebutuhan pangan dengan harga yang lebih mudah dijangkau masyarakat. Sebagaimana diberitakan Hariandaerah, Jumat (11/09/2026), kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembukaan Festival Bawang Merah Brebes ke-4.
“Gerakan pasar murah ini digelar dalam rangka meramaikan Festival Bawang Merah ke-4 tahun 2026. Tujuannya untuk menekan harga kebutuhan agar tetap terjangkau masyarakat,” ujar Hendri.
Pelaksanaan pasar murah melibatkan sejumlah instansi dan pelaku usaha. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Peternakan, Dinas Perikanan, Perum Badan Urusan Logistik (Bulog), serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Brebes turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat stabilisasi harga sekaligus membuka ruang bagi berbagai sektor untuk ikut menggerakkan perekonomian daerah melalui penyediaan kebutuhan masyarakat.
Antusiasme warga terlihat sejak pasar murah dibuka. Susiawati, warga Desa Kaliwlingi, mengaku terbantu karena harga sejumlah kebutuhan pokok yang ditawarkan berbeda cukup jauh dibandingkan harga di pasar dan toko sembako.
“Selisih harganya sangat jauh dibanding beli di pasaran. Sangat membantu sekali bagi kami,” ungkap Susiawati dengan senyum lebar.
Sejumlah komoditas yang tersedia antara lain beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ukuran 5 kilogram dengan harga Rp57.500. Beras setara Ramos atau beras premium dijual Rp74.500, sedangkan gula merek Raja Gula dipatok Rp18.000 per kilogram.
Untuk minyak goreng, minyak ukuran 2 liter ditawarkan Rp31.000. Sementara minyak goreng Rizky ukuran 800 mililiter dijual Rp18.000.
Aji Yuda Heriadi dari Bulog Kantor Cabang Tegal menyebut minyak goreng menjadi salah satu komoditas yang paling banyak diminati masyarakat karena selisih harganya cukup besar dibandingkan harga di pasaran.
Selain transaksi kebutuhan pokok, pembukaan Festival Bawang Merah Brebes ke-4 juga diisi senam bersama yang diikuti ratusan warga. Berbagai kegiatan lainnya masih dijadwalkan berlangsung hingga Minggu untuk memeriahkan festival sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
“Kami mengundang seluruh masyarakat untuk hadir dan memanfaatkan pasar murah ini, sekaligus menikmati seluruh rangkaian Festival Bawang Merah. Harapannya, dengan adanya pasar murah ini, harga-harga kebutuhan pokok tetap terjangkau oleh seluruh kalangan masyarakat,” tambah Hendri. []
Redaksi01
