Empat Tahun Invasi, Ukraina Serukan Perdamaian Adil

JAKARTA – Empat tahun setelah invasi Rusia dimulai pada 24 Februari 2022, Ukraina menegaskan bahwa negaranya masih berdiri dan mempertahankan kedaulatan di tengah konflik berkepanjangan. Dalam peringatan tahun keempat perang, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan pidato yang menyoroti ketahanan nasional sekaligus membuka kembali komitmen terhadap perdamaian yang adil.

Sejak serangan militer Rusia dilancarkan di bawah kepemimpinan Vladimir Putin, perang tersebut berkembang menjadi konflik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II. Ratusan ribu orang dilaporkan tewas dan jutaan warga terpaksa meninggalkan rumah mereka. Infrastruktur sipil, fasilitas energi, serta kota-kota strategis mengalami kerusakan luas akibat pertempuran yang terus berlangsung di berbagai front.

Dalam pidatonya, Zelensky menilai Rusia tidak berhasil mencapai target awal invasi. “Putin belum mencapai tujuannya. Dia tidak menghancurkan Ukraina. Dia tidak memenangkan perang ini. Kami telah mempertahankan Ukraina, dan kami akan melakukan segala upaya untuk mencapai perdamaian — dan untuk memastikan adanya keadilan,” kata Zelenskyy dalam pidatonya, Selasa (24/02/2026).

Pernyataan tersebut menegaskan posisi resmi Kyiv bahwa pertahanan negara tetap solid meskipun tekanan militer dan ekonomi masih dirasakan. Zelensky juga menekankan bahwa Ukraina tidak menutup pintu bagi penyelesaian diplomatik, selama kesepakatan yang dicapai menghormati kehendak rakyatnya.

“Kami menginginkan perdamaian. Perdamaian yang kuat, bermartabat, dan abadi,” kata Zelensky, menambahkan bahwa setiap perjanjian “tidak hanya harus ditandatangani, tetapi juga harus diterima oleh rakyat Ukraina.”

Upaya perundingan sebenarnya telah dihidupkan kembali tahun lalu melalui inisiatif mediasi yang melibatkan Amerika Serikat. Namun, hingga kini, pembicaraan tersebut belum menghasilkan kesepakatan yang mampu menghentikan pertempuran secara menyeluruh. Kontak senjata dan serangan di sejumlah wilayah timur dan selatan Ukraina masih terus terjadi.

Momentum peringatan empat tahun perang turut dihadiri sejumlah pemimpin negara sahabat Ukraina. Presiden Finlandia Alexander Stubb dan Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson hadir untuk menunjukkan dukungan politik terhadap Kyiv. Kehadiran mereka menandai konsistensi dukungan kawasan Nordik terhadap perjuangan Ukraina.

Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen juga menyampaikan pesan solidaritas. Ia menegaskan komitmen Uni Eropa untuk terus memberikan bantuan finansial dan militer. “Dan untuk mengirimkan pesan yang jelas kepada rakyat Ukraina dan kepada agresor: kami tidak akan menyerah sampai perdamaian dipulihkan. Perdamaian dengan syarat-syarat Ukraina,” katanya dalam sebuah video yang diunggah ke media sosial.

Dukungan internasional menjadi faktor penting dalam mempertahankan daya tahan Ukraina selama empat tahun terakhir. Selain bantuan persenjataan dan pelatihan militer, dukungan ekonomi dan kemanusiaan turut membantu negara tersebut bertahan menghadapi musim dingin yang berat serta gangguan infrastruktur energi.

Meski konflik belum menunjukkan tanda-tanda berakhir, pidato Zelensky dalam peringatan ini menegaskan dua hal utama: Ukraina tetap bertahan dan aspirasi perdamaian tetap hidup. Namun, bagi Kyiv, perdamaian harus dibangun di atas prinsip kedaulatan dan keadilan, bukan sekadar penghentian pertempuran sementara. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *