Kabar Duka dari Sumsel, Alex Noerdin Tutup Usia
JAKARTA – Kabar duka datang dari Sumatera Selatan. Mantan Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin, meninggal dunia pada usia 76 tahun. Almarhum mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Jakarta.
Informasi wafatnya tokoh yang pernah memimpin Sumatera Selatan selama dua periode itu disampaikan oleh pihak keluarga pada Rabu (25/02/2026). Dalam pernyataan resmi, keluarga menyebutkan bahwa almarhum meninggal dunia pada pukul 13.30 WIB di Rumah Sakit Siloam Jakarta.
“Innalilahi wainnailaihi rojiun, telah meninggal dunia bapak Alex Noerdin pada pukul 13.30 WIB di RS Siloam Jakarta,” kata juru bicara keluarga Alex Noerdin, Okta Alfarisi.
Kepergian Alex Noerdin menjadi duka mendalam bagi masyarakat Sumatera Selatan, mengingat perannya yang cukup besar dalam pembangunan daerah selama masa kepemimpinannya. Ia dikenal sebagai sosok yang aktif mendorong berbagai program infrastruktur dan pengembangan olahraga, termasuk saat Sumatera Selatan menjadi tuan rumah sejumlah ajang nasional maupun internasional.
Setelah kabar wafatnya tersebar, ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat daerah, tokoh masyarakat, hingga warga. Banyak pihak mengenang dedikasi dan kiprahnya selama menjabat sebagai kepala daerah.
Pihak keluarga saat ini tengah mempersiapkan proses pemulangan jenazah ke Palembang. Rangkaian prosesi pemakaman masih dalam tahap pengaturan dan koordinasi internal keluarga.
“Saat ini kami sedang mengurus kepulangan jenazah almarhum ke Palembang dan dikabarkan di mana akan dikebumikannya,” ujarnya.
Belum ada keterangan lebih lanjut terkait lokasi serta waktu pemakaman almarhum. Keluarga menyatakan akan menyampaikan informasi resmi setelah seluruh persiapan selesai dilakukan.
Alex Noerdin dikenal sebagai figur yang memiliki perjalanan politik panjang di Sumatera Selatan. Sebelum menjabat sebagai gubernur, ia juga pernah menduduki sejumlah posisi strategis di pemerintahan daerah. Dalam masa kepemimpinannya, berbagai proyek pembangunan infrastruktur menjadi sorotan, termasuk pengembangan fasilitas olahraga dan sarana transportasi.
Kepergiannya menandai berakhirnya perjalanan panjang seorang tokoh daerah yang telah mewarnai dinamika politik dan pembangunan di Sumatera Selatan. Masyarakat kini menanti kepastian jadwal pemakaman untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Keluarga meminta doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta agar seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi masa duka ini.[]
Siti Sholehah.
