Bandara dan Ladang Minyak Irak Diserang Drone Misterius

BAGHDAD– Sejumlah serangan drone mengguncang wilayah Irak dalam dua hari terakhir, dengan sasaran fasilitas penting di bagian selatan serta kelompok militan di kawasan utara negara tersebut. Insiden ini kembali memperlihatkan dampak konflik yang meluas di kawasan Timur Tengah terhadap stabilitas keamanan Irak.

Di wilayah selatan, sebuah drone dilaporkan jatuh di area terminal kargo Bandara Basra. Serangan tersebut terjadi di provinsi Basra yang merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi penting di Irak, terutama di sektor energi.

“Sebuah drone jatuh ke terminal kargo di bandara Basra,” kata seorang pejabat keamanan setempat.

Selain itu, dua drone lainnya dilaporkan menyerang fasilitas milik perusahaan Amerika Serikat yang berada di kompleks minyak Burjesia. Serangan tersebut menimbulkan kekhawatiran karena lokasi yang disasar merupakan bagian dari infrastruktur energi penting di Irak.

Serangan drone lainnya juga dilaporkan menghantam ladang minyak Rumaila, salah satu ladang minyak terbesar di negara tersebut. Kawasan tersebut menjadi lokasi operasi perusahaan energi global BP.

Hingga saat ini, pihak berwenang belum dapat memastikan pihak yang bertanggung jawab atas rangkaian serangan drone tersebut. Aparat keamanan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap asal serangan serta motif di balik aksi tersebut.

Irak selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah yang kerap menjadi arena persaingan pengaruh antara Amerika Serikat dan Iran. Ketegangan antara kedua negara itu kerap memicu aksi militer tidak langsung melalui kelompok bersenjata di kawasan.

Pemerintah Irak sendiri telah berulang kali menyatakan tidak ingin terlibat langsung dalam konflik yang sedang melanda Timur Tengah. Namun situasi di lapangan menunjukkan bahwa negara tersebut tetap terdampak oleh dinamika geopolitik yang berkembang.

Sejak awal meningkatnya konflik regional, berbagai serangan telah terjadi di wilayah Irak, sebagian di antaranya menargetkan kelompok militan yang memiliki hubungan dengan Iran. Kelompok-kelompok tersebut bahkan menyatakan tidak akan bersikap netral dan mengklaim telah menyerang pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di Irak.

Sementara itu, wilayah otonom Kurdistan di Irak utara juga menjadi target serangan dalam beberapa waktu terakhir. Daerah tersebut diketahui menjadi lokasi penempatan pasukan Amerika Serikat serta berbagai fasilitas militer.

Ledakan juga dilaporkan terdengar di sekitar bandara kota Erbil, ibu kota wilayah Kurdistan Irak. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, sistem pertahanan udara setempat berhasil mencegat drone yang mendekati kawasan bandara tersebut.

Kementerian Sumber Daya Alam Kurdistan menyatakan bahwa aktivitas produksi minyak di salah satu ladang minyak di provinsi Dohuk terpaksa dihentikan setelah serangan yang terjadi sehari sebelumnya. Ladang minyak tersebut dioperasikan oleh perusahaan energi Amerika Serikat HKN Energy.

Menurut otoritas Kurdistan, serangan itu diduga diluncurkan dari wilayah yang berada di bawah pemerintahan federal Irak. Pemerintah daerah pun mendesak pemerintah pusat di Baghdad untuk mengambil langkah guna mencegah serangan serupa terhadap infrastruktur ekonomi di wilayah utara.

Di sisi lain, serangan juga dilaporkan menyasar kelompok militan Kurdi Iran yang berada di wilayah Kurdistan Irak. Seorang pejabat dari Partai Demokrat Kurdistan Iran (PDKI) yang berada di pengasingan menyebut bahwa salah satu pangkalan mereka diserang.

“Pangkalan kami diserang oleh musuh, Iran,” kata pejabat PDKI tersebut.

Wilayah Kurdistan Irak selama ini memang menjadi tempat sejumlah kelompok oposisi Kurdi Iran beroperasi. Kelompok-kelompok ini kerap menjadi sasaran serangan militer oleh Teheran.

Pemerintah Teheran bahkan kembali mengeluarkan ancaman bahwa mereka akan menyerang seluruh fasilitas militer di kawasan tersebut jika militan Kurdi Iran mencoba memasuki wilayah Iran.

Situasi keamanan di Irak pun kini semakin kompleks, seiring meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang melibatkan berbagai negara dan kelompok bersenjata. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *