Jelang Lebaran, Layanan Tukar Uang BI Diserbu Warga Samarinda
SAMARINDA – Menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri, masyarakat mulai memanfaatkan layanan penukaran uang baru yang difasilitasi oleh Bank Indonesia di Kota Samarinda. Salah satu lokasi layanan penukaran uang baru digelar di kawasan Jalan M. Yamin, tepatnya di area Sekolah Tunas Kelapa, pada Minggu (09/03/2026).
Program penukaran uang tersebut merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan Bank Indonesia menjelang Lebaran. Layanan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap uang pecahan kecil yang biasanya digunakan untuk berbagai keperluan selama perayaan Idulfitri, seperti tradisi berbagi uang kepada anak-anak maupun keluarga.
Sejak pagi hari, masyarakat sudah terlihat mendatangi lokasi penukaran uang. Warga datang sesuai jadwal yang telah ditentukan setelah sebelumnya melakukan pendaftaran secara daring melalui sistem yang disediakan oleh Bank Indonesia.
Salah satu warga Samarinda yang memanfaatkan layanan tersebut adalah Budi. Ia mengaku sengaja datang untuk menukarkan uang guna mempersiapkan kebutuhan menjelang Lebaran.
Menurut Budi, proses penukaran uang di lokasi tersebut berjalan tertib dan relatif cepat karena tersedia banyak loket pelayanan yang melayani masyarakat.
“Alhamdulillah pelayanannya cukup cepat karena loket yang disediakan juga banyak. Saya datang sekitar pukul 09.00 dan hampir pukul 10.00 sudah selesai. Awalnya saya kira prosesnya akan lama, ternyata cukup cepat,” ujar Budi saat ditemui di lokasi penukaran uang.

Ia menjelaskan bahwa sebelum datang ke lokasi, masyarakat diwajibkan melakukan pendaftaran terlebih dahulu secara daring. Sistem ini diterapkan untuk mengatur jadwal kedatangan masyarakat sehingga antrean di lokasi layanan dapat lebih tertib dan terorganisir.
“Pertama kita harus mendaftar secara online terlebih dahulu. Setelah itu ketika datang ke lokasi kita melakukan registrasi dengan menunjukkan KTP, lalu petugas memberikan nomor antrean untuk menunggu giliran,” jelasnya.
Setelah proses registrasi selesai, peserta penukaran akan menunggu nomor antrean dipanggil oleh petugas. Ketika giliran tiba, masyarakat diarahkan menuju loket pelayanan yang telah ditentukan untuk melakukan transaksi penukaran uang.
“Ketika nomor antrean dipanggil, kita menuju loket yang ditentukan dan menyiapkan uang yang akan ditukarkan. Di loket tersebut kita juga kembali diminta menunjukkan KTP sebagai verifikasi,” katanya.
Budi mengaku mengetahui informasi mengenai layanan penukaran uang baru tersebut melalui internet dan media sosial. Ia menilai media sosial saat ini menjadi salah satu sumber informasi yang paling cepat dan mudah diakses oleh masyarakat.
“Saya pertama mencari informasi lewat Google, lalu mendapatkan penjelasan yang lebih lengkap melalui Instagram,” ungkapnya.
Menurutnya, program penukaran uang yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia sangat membantu masyarakat yang ingin mendapatkan uang pecahan baru secara resmi dan terjamin keasliannya.
Selain itu, sistem pendaftaran daring yang diterapkan juga dinilai membuat proses penukaran menjadi lebih tertib serta mengurangi potensi antrean panjang di lokasi layanan.
“Dengan sistem pendaftaran online seperti ini, prosesnya jadi lebih teratur. Kita datang sesuai jadwal sehingga tidak perlu menunggu terlalu lama,” ujarnya.
Budi mengatakan bahwa sebagian uang baru yang ia tukarkan akan digunakan untuk berbagai keperluan selama Lebaran, termasuk untuk dibagikan kepada anggota keluarga.
Tradisi berbagi uang baru kepada anak-anak maupun kerabat memang telah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia setiap kali merayakan Idulfitri.
“Sebagian kecil akan saya bagikan kepada keluarga, sebagian diberikan kepada orang tua, dan sebagian lagi kemungkinan digunakan untuk belanja kebutuhan Lebaran,” tuturnya.
Program penukaran uang baru oleh Bank Indonesia biasanya diselenggarakan di berbagai titik layanan di sejumlah daerah menjelang Idulfitri. Selain memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh uang pecahan kecil, program ini juga bertujuan mengedukasi masyarakat agar menukar uang melalui jalur resmi.
Hal tersebut penting untuk menghindari praktik penukaran uang di tempat tidak resmi yang berpotensi merugikan masyarakat, termasuk risiko peredaran uang palsu.
Dengan adanya layanan penukaran uang baru yang difasilitasi oleh Bank Indonesia, diharapkan kebutuhan masyarakat terhadap uang pecahan baru menjelang Lebaran dapat terpenuhi secara aman, tertib, dan nyaman. []
Penulis: Rifky Irlika Akbar | Penyunting: Aulia Setyaningrum
