Usai Memangsa Kambing, Anak Harimau Terperangkap di Pelalawan
PELALAWAN – Seekor anak Harimau Sumatera berhasil diamankan setelah terperangkap dalam jebakan yang dipasang warga di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau. Penangkapan tersebut dilakukan setelah satwa liar yang dilindungi itu memangsa kambing milik seorang warga.
Kapolsek Teluk Meranti, Boby Evan, menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Selasa (10/03/2026) malam di kawasan Jalan Lintas Bono, Desa Pulau Muda. Kejadian bermula ketika seekor kambing milik warga bernama Hamzah ditemukan mati setelah diduga diserang harimau pada malam sebelumnya.
Menurut Boby, setelah mengetahui kejadian tersebut, pemilik ternak bersama sejumlah warga dan perangkat desa berinisiatif memasang perangkap di lokasi kejadian. Perangkap tersebut dipasang dengan memanfaatkan sisa bangkai kambing sebagai umpan untuk menarik satwa tersebut kembali ke lokasi.
“Keesokan harinya, Saudara Hamzah bersama dengan saksi-saksi, termasuk Kepala Dusun I memasang perangkap di lokasi kejadian dengan menggunakan umpan sisa bangkai kambing,” jelas Boby dalam keterangannya, Rabu (11/03/2026).
Upaya warga tersebut akhirnya membuahkan hasil pada malam harinya. Sekitar pukul 21.30 WIB, perangkap yang dipasang sebelumnya berbunyi, menandakan ada hewan yang masuk ke dalamnya.
Ketika diperiksa, warga mendapati seekor anak harimau Sumatera telah terperangkap di dalam jebakan tersebut. Warga kemudian melaporkan temuan itu kepada aparat setempat agar penanganan dapat dilakukan secara aman.
Polisi yang menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi hewan tersebut sekaligus menjaga situasi agar tetap kondusif. Keberadaan anak harimau tersebut juga segera dikoordinasikan dengan petugas konservasi satwa liar.
Kapolsek Teluk Meranti mengapresiasi sikap masyarakat yang memilih melaporkan kejadian tersebut daripada melakukan tindakan yang dapat membahayakan satwa liar yang dilindungi tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi kesadaran masyarakat Desa Pulau Muda yang telah melaporkan kejadian ini dan membantu dalam penangkapan anak harimau,” ujarnya.
Setelah diamankan, anak harimau tersebut kemudian diserahkan kepada tim dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Petugas konservasi akan melakukan pemeriksaan kesehatan serta pengamatan perilaku terhadap satwa tersebut sebelum memutuskan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan pelepasliaran kembali ke habitat alaminya.
Proses penyerahan anak harimau itu turut disaksikan oleh Kepala Desa Pulau Muda, Andika, bersama aparat kepolisian dan masyarakat setempat.
Boby menilai kejadian tersebut menunjukkan pentingnya kerja sama antara masyarakat dan aparat dalam menjaga kelestarian satwa liar yang dilindungi. Kesadaran warga untuk melaporkan kejadian tersebut dinilai sebagai langkah positif dalam upaya konservasi.
Ia menegaskan pihak kepolisian akan terus mendukung berbagai upaya pelestarian satwa liar di wilayah Teluk Meranti, terutama karena daerah tersebut masih berada di kawasan yang berdekatan dengan habitat alami harimau Sumatera.
“Kami akan terus mendukung upaya pelestarian satwa liar di wilayah Teluk Meranti,” pungkasnya. []
Siti Sholehah.
