Penumpang Membludak, Okupansi KA Pariaman Ekspres Tembus 158 Persen
PADANG – Lonjakan penumpang melampaui kapasitas terjadi pada layanan kereta api selama arus Lebaran 2026 di Sumatera Barat, dengan okupansi KA Pariaman Ekspres mencapai 158 persen pada Selasa (24/03/2026).
Kondisi ini mencerminkan tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat, baik untuk keperluan wisata maupun silaturahmi, selama periode Angkutan Lebaran yang berlangsung sejak 11 Maret hingga 1 April 2026.
Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) II Sumatera Barat (Sumbar) Reza Shahab mengatakan, jumlah penumpang KA Pariaman Ekspres pada 24 Maret 2026 mencapai 6.674 orang atau melampaui kapasitas tempat duduk yang tersedia sebanyak 4.240 kursi, sebagaimana dilansir Padek Jawapos, Selasa (24/03/2026).
Lonjakan tersebut terjadi pada layanan kereta relasi Paulima–Naras pulang pergi yang dioperasikan sebanyak 10 perjalanan setiap hari. Dengan kapasitas harian 4.240 kursi, tingginya angka okupansi menunjukkan permintaan yang jauh melebihi daya tampung yang tersedia.
KA Pariaman Ekspres menjadi salah satu moda transportasi favorit masyarakat, terutama untuk perjalanan menuju Kota Pariaman. Destinasi wisata seperti Pantai Gandoriah menjadi daya tarik utama yang mendorong peningkatan jumlah penumpang selama libur Lebaran.
Selain faktor wisata, kebutuhan perjalanan untuk bersilaturahmi turut memperkuat tingginya permintaan terhadap layanan transportasi kereta api di wilayah tersebut.
Dari sisi layanan, waktu tempuh sekitar 1,5 jam pada rute Padang–Pariaman menjadi nilai tambah, ditambah dengan panorama pesisir dan pedesaan yang dapat dinikmati sepanjang perjalanan.
Tarif yang relatif terjangkau serta keunggulan dalam ketepatan waktu dan kenyamanan menjadikan kereta api sebagai pilihan utama dibandingkan moda transportasi lainnya selama periode mudik.
PT KAI Divre II Sumbar menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan, termasuk optimalisasi sarana dan prasarana serta kesiapan petugas di lapangan guna menjaga keselamatan, ketepatan waktu, dan kenyamanan perjalanan di tengah lonjakan penumpang. []
Penulis: Hendra Efison| Penyunting: Redaksi01
