Konsumsi Melejit Saat Lebaran, UMKM Berpotensi Raup Omzet 4 Kali Lipat

JAKARTA – Lonjakan konsumsi selama momentum Idulfitri 1447 Hijriah diproyeksikan menjadi penggerak utama ekonomi domestik, dengan potensi perputaran uang mencapai ratusan triliun rupiah yang membuka peluang besar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan pendapatan secara signifikan.

Peningkatan aktivitas ekonomi tersebut dipicu oleh mobilitas jutaan masyarakat selama periode mudik Lebaran 2026, yang berdampak langsung pada naiknya kebutuhan rumah tangga dan transaksi di tingkat lokal.

Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Aboe Bakar Alhabsyi, menilai momentum ini perlu dimanfaatkan dengan mendorong masyarakat untuk berbelanja di lingkungan sekitar guna memperkuat ekonomi berbasis komunitas. “Momentum Idulfitri, kebutuhan rumah tangga pasti meningkat. Saya mengajak masyarakat berbelanja di sekitar rumah saja,” ujarnya saat sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Selatan, sebagaimana diberitakan Mata Indonesia, Rabu, (25/03/2026).

Ia menegaskan bahwa belanja lokal memberikan efek berantai terhadap kesejahteraan masyarakat. “Kalau belanja di luar daerah, uang tidak berputar di lingkungan sendiri. Belanja lokal membuat manfaat langsung dirasakan masyarakat,” ucapnya.

Di sisi lain, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM) menyoroti bahwa konsumsi domestik masih menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional. Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menyebut kontribusi konsumsi rumah tangga mencapai sekitar 50 persen terhadap pertumbuhan ekonomi, sehingga momentum Ramadan dan Lebaran menjadi fase krusial. “Kontribusi konsumsi terhadap pertumbuhan ekonomi mencapai sekitar 50 persen. Ini menunjukkan strategisnya kekuatan pasar dalam negeri,” tegasnya dalam forum ekonomi di Jakarta.

Optimisme juga disampaikan Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana, yang memperkirakan peningkatan omzet pelaku UMKM dapat berlipat ganda selama periode tersebut. “Dari perkiraan kami, dari estimasi biasanya hari-hari biasa, UMKM rata-rata 1 juta, bisa 4 kali lipat naik di momen Ramadan ini,” kata Temmy.

Ia mengingatkan agar pelaku usaha kecil tidak hanya menjadi penonton dalam momentum tahunan tersebut. “Dan ini momentum untuk UMKM bisa mengambil pasar ini. Bukan hanya di penonton, tapi juga ikut tampil untuk bisa menikmati lonjakan omzet yang akan terjadi,” tuturnya.

Dengan proyeksi perputaran uang mencapai sekitar Rp190 triliun, momentum Lebaran 2026 dinilai menjadi peluang strategis untuk memperkuat ekonomi daerah, terutama jika didukung oleh partisipasi aktif masyarakat dalam mengutamakan produk lokal serta peningkatan kualitas barang dan layanan oleh pelaku UMKM. []

Penulis: Davina G | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *