BUMI Naik 8,74 Persen di Tengah IHSG Melemah

JAKARTA – Pergerakan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatat lonjakan signifikan di tengah dinamika pasar modal, meski secara jangka menengah kinerjanya masih tertekan, mencerminkan fase transisi bisnis perusahaan menuju sektor mineral dan logam.

Pada perdagangan Rabu (25/03/2026), saham BUMI bergerak fluktuatif di kisaran Rp206 hingga Rp232 per saham. Berdasarkan data RTI, saham ini ditutup menguat 8,74 persen ke level Rp224 pada sesi pertama, setelah dibuka di harga Rp208. Frekuensi transaksi mencapai 66.949 kali dengan volume 39.838.840 saham dan nilai transaksi sekitar Rp885 miliar.

Kenaikan ini terjadi di tengah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang justru mengalami tekanan. IHSG tercatat turun 1,3 persen ke level 7.199,19, dengan posisi tertinggi di 7.212,94 dan terendah 7.057,22 pada sesi pertama perdagangan. Meski demikian, mayoritas saham menunjukkan penguatan dengan 532 saham naik, 181 melemah, dan 105 stagnan.

Sementara itu, indeks LQ45 turut menguat 1,69 persen ke posisi 734,60. Total frekuensi perdagangan pasar mencapai 1.346.443 kali dengan volume 25,9 miliar saham dan nilai transaksi harian sebesar Rp13,3 triliun. Nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di kisaran Rp16.895.

Secara sektoral, penguatan dipimpin oleh sektor energi yang melonjak 3,91 persen, diikuti sektor industri 3,74 persen, sektor consumer non-cyclical 1,15 persen, sektor cyclical 2,56 persen, sektor properti 0,40 persen, sektor infrastruktur 2,05 persen, serta sektor transportasi 2,47 persen. Sebaliknya, sektor basic turun 0,48 persen, sektor kesehatan 0,09 persen, sektor keuangan 0,61 persen, dan sektor teknologi 0,83 persen.

Meski mencatat kenaikan harian, kinerja saham BUMI dalam jangka pendek hingga menengah masih mengalami tekanan. Berdasarkan data Google Finance, saham ini terkoreksi 0,88 persen dalam lima hari terakhir dan melemah 46,67 persen secara year-to-date, sebagaimana dilansir Liputan6, Rabu, (25/03/2026).

Di sisi korporasi, PT Bumi Resources Tbk tengah melakukan transformasi bisnis yang ditandai dengan peluncuran identitas visual baru. Group Head of Corporate Communications & Corporate Social Responsibility (CSR) Bumi Resources Renno Wicaksono menyatakan langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas portofolio usaha.

Renno menjelaskan bahwa BUMI tidak lagi hanya berfokus pada batu bara termal, tetapi mulai masuk ke sektor mineral seperti emas, tembaga, dan bauksit, serta mengembangkan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah.

Chief Corporate Affairs & Sustainability Officer BUMI Christopher Fong menambahkan bahwa perubahan logo mencerminkan arah baru perusahaan. Ia menegaskan bahwa transformasi ini bertujuan menyesuaikan citra perusahaan dengan standar global sekaligus memperkuat posisi di sektor sumber daya alam yang lebih beragam.

Ke depan, BUMI tetap mempertahankan bisnis batu bara sebagai penopang utama, namun secara bertahap akan memperluas ekspansi ke sektor logam dan mineral guna memperkuat daya saing di pasar internasional. []

Penulis: Donna Hettinger | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *