Strategi BBM Indonesia: Tahan Subsidi, Ikuti Pasar Global

JAKARTA – Stabilnya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di tengah lonjakan harga energi global menjadi penopang daya beli masyarakat pada akhir Maret 2026, meski harga BBM nonsubsidi telah mengalami penyesuaian mengikuti tekanan pasar internasional.

Pada pekan terakhir Maret 2026, harga BBM di seluruh operator stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Indonesia terpantau tidak mengalami perubahan sejak penyesuaian terakhir pada 1 Maret 2026. Pemerintah tetap menahan harga BBM subsidi, sementara BBM nonsubsidi disesuaikan mengikuti fluktuasi harga minyak mentah dunia.

Kondisi ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak global menembus di atas 100 dolar AS per barel. Dampaknya, harga BBM nonsubsidi di berbagai SPBU mengalami kenaikan pada awal bulan.

Ekonom Universitas Airlangga Wisnu Wibowo menjelaskan bahwa perubahan harga BBM nonsubsidi merupakan konsekuensi mekanisme pasar. “Kenaikan harga BBM non-subsidi dinilai sebagai konsekuensi logis karena skema penetapannya mengikuti harga pasar internasional,” ujarnya sebagaimana diberitakan Metro Tv News, Senin, (30/03/2026).

Wisnu menambahkan bahwa penetapan harga BBM mengacu pada Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022, dengan komponen utama berupa nilai tukar rupiah dan harga acuan global seperti Mean of Platts Singapore.

Di SPBU Pertamina, harga Pertamax (RON 92) berada di level Rp12.300 per liter. Sementara Pertalite (RON 90) tetap dipertahankan di harga Rp10.000 per liter guna menjaga stabilitas konsumsi masyarakat. Untuk jenis lainnya, Pertamax Green (RON 95) dipatok Rp13.150 per liter, Pertamax Turbo (RON 98) Rp13.400 per liter, Dexlite (CN 51) Rp13.500 per liter, dan Pertamina Dex (CN 53) Rp13.600 per liter.

Di sisi lain, operator swasta seperti Shell dan BP-AKR menetapkan harga BBM setara RON 92 di kisaran Rp12.390 per liter. Sementara itu, ketersediaan BBM jenis Revvo 90 di SPBU Vivo dilaporkan masih terbatas.

Untuk bahan bakar diesel berkualitas tinggi, harga Shell V-Power Diesel dan BP Ultimate Diesel tercatat mencapai Rp14.620 per liter, meningkat dibandingkan periode sebelumnya seiring kenaikan harga minyak global.

Secara makro, lonjakan harga minyak dunia juga berdampak pada anggaran negara. Setiap kenaikan 1 dolar AS per barel berpotensi menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Rp6,7 triliun per tahun. Kondisi ini menuntut pemerintah menjaga keseimbangan antara stabilitas harga domestik dan tekanan fiskal.

Ke depan, kebijakan penahanan harga BBM subsidi diperkirakan tetap menjadi instrumen utama pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat, di tengah ketidakpastian harga energi global yang masih tinggi. []

Penulis: Donna Hettinger | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *