Strategi Garuda Bangkit: Fokus Armada, 118 Pesawat Disiapkan
JAKARTA – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mematok target ambisius dengan menyiapkan hingga 118 pesawat siap operasi pada akhir 2026 sebagai langkah percepatan pemulihan bisnis di tengah tekanan kinerja sepanjang 2025.
Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia Glenny Kairupan mengatakan peningkatan kesiapan armada menjadi fokus utama dalam strategi turnaround perusahaan untuk mengembalikan kinerja operasional dan daya saing maskapai nasional tersebut.
Ia menjelaskan, dari total target 118 armada serviceable, sebanyak 68 unit berasal dari Garuda Indonesia dan 50 lainnya dari anak usaha, Citilink. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi bisnis yang tengah dijalankan secara bertahap.
“Kinerja Masih Tertekan Sepanjang 2025,” ujar Glenny, sebagaimana diberitakan Radar Bogor, Minggu (29/03/2026).
Sepanjang 2025, Garuda Indonesia masih menghadapi tekanan keuangan. Pendapatan usaha secara konsolidasi tercatat sebesar 3,22 miliar dolar Amerika Serikat atau turun sekitar 5,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di saat yang sama, perusahaan membukukan rugi bersih sebesar 319,39 juta dolar Amerika Serikat.
Menurut Glenny, tekanan tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain fluktuasi nilai tukar, peningkatan biaya tetap, serta proses pemulihan armada yang belum sepenuhnya rampung.
Dari sisi operasional, kondisi mulai menunjukkan perbaikan. Hingga akhir 2025, jumlah armada yang beroperasi meningkat menjadi 99 pesawat, dibandingkan 84 pesawat pada pertengahan tahun. Meski demikian, masih terdapat 43 pesawat yang menjalani proses perawatan.
“Pemulihan Armada Mulai Terlihat,” katanya.
Di tengah upaya pemulihan tersebut, jumlah penumpang sepanjang 2025 tercatat mencapai 21,2 juta orang, turun sekitar 10,5 persen secara tahunan. Penurunan ini mencerminkan tekanan permintaan serta penurunan yield penumpang.
“Penumpang Turun, Harapan Tetap Ada,” ujar Glenny.
Meski menghadapi tantangan, manajemen Garuda Indonesia tetap optimistis. Dengan percepatan pemulihan armada dan implementasi transformasi bisnis, perusahaan berharap kinerja akan membaik secara bertahap dan mampu memperkuat posisi di industri penerbangan yang semakin kompetitif. []
Penulis: Siti Dewi Yanti | Penyunting: Redaksi01
