Pekanbaru Mandiri Fiskal, Tapi BUMD Masih Perlu Evaluasi
PEKANBARU – Kota Pekanbaru menunjukkan ketahanan fiskal yang kuat di tengah tantangan pengurangan Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat. Tingginya kemandirian keuangan daerah ini menempatkan Pekanbaru bersama Kota Dumai sebagai wilayah dengan anggaran daerah paling stabil di Provinsi Riau.
Wakil Wali Kota (Wawali) Pekanbaru, Markarius Anwar, menegaskan, indikator kekuatan fiskal terlihat dari kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menutupi belanja pegawai, meski ada penyesuaian DAU dari pusat. “Dari sisi kemandirian fiskal, Pekanbaru berada pada posisi aman. Jika terjadi pengurangan DAU, belanja pegawai tetap bisa ditopang oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita,” ujarnya saat memberikan keterangan di Pekanbaru, sebagaimana dilansir Riauin.com, Senin, (30/03/2026).
Selain stabilitas fiskal, capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Pekanbaru menjadi yang tertinggi di Riau. Tren positif ini didorong oleh angka partisipasi anak usia sekolah yang lebih tinggi dibandingkan wilayah lain di provinsi tersebut.
Meski demikian, Wawali Markarius mengakui masih ada tantangan signifikan dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Menurutnya, kinerja BUMD secara keseluruhan belum optimal dan memerlukan evaluasi serta pembenahan secara bertahap. “Secara umum, seluruh BUMD kami saat ini masih dalam penilaian kurang baik. Namun, proses pembenahan terus kami lakukan secara bertahap dan berkelanjutan,” ujarnya.
Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pekanbaru Madani menjadi satu-satunya BUMD yang mulai menunjukkan perbaikan kinerja. Sementara itu, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) masih dalam pengawasan intensif dan mendapatkan pendampingan khusus. Pemko Pekanbaru fokus menyelesaikan kewajiban utang PDAM kepada pihak ketiga terkait pengadaan sumber air baku di masa lalu, bersamaan dengan upaya restrukturisasi internal perusahaan.
“PDAM sedang dalam penanganan khusus. Kami optimistis kondisinya akan membaik meski proses ini membutuhkan waktu,” tambah Markarius Anwar. []
Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01
