33 Ribu Titik Siap Dibangun, Pemerintah Fokus Evaluasi Lahan Kopdes
JAKARTA – Pemerintah mempercepat evaluasi kesiapan lahan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) seiring meningkatnya jumlah titik yang siap dibangun, meski sebagian wilayah menghadapi keterbatasan luas lahan.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan, hingga akhir Maret 2026 terdapat 33.168 lokasi yang telah siap untuk pembangunan KDMP dari total desa yang tersebar di Indonesia. Pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 40.000 titik pada Juni 2026 sebelum dilakukan pendataan ulang secara menyeluruh.
“Kami laporkan, sudah ada 3.505 titik yang 100% selesai dibangun Kopdesnya, sedangkan 25.121 titik masih proses dibangun, kami harap terus bertambah,” kata Zulkifli Hasan dalam konferensi pers usai rapat koordinasi terbatas perkembangan KDMP, sebagaimana diberitakan CNBC Indonesia, Selasa (31/03/2026).
Selain progres pembangunan fisik, pemerintah juga menyoroti tantangan ketersediaan lahan di sejumlah daerah, khususnya wilayah perkotaan. Menurutnya, tidak semua desa atau kelurahan memiliki lahan ideal seluas 1.000 meter persegi untuk pembangunan KDMP.
“Nah lahan yang siap itu bertambah terus. Sekarang 33.168 titik, mudah-mudahan sampai Juni 2026, lahan yang siap bisa sampai 40.000,” lanjutnya.
Ia menjelaskan, setelah target kesiapan lahan tercapai, pemerintah akan melakukan evaluasi dan pendataan ulang untuk menyesuaikan kondisi riil di lapangan, terutama terkait keterbatasan luas lahan di beberapa titik.
“Setelah capai 40.000, kita akan data kembali semuanya. Karena ada juga yang lahannya nggak sampai 1000 meter persegi, misalnya di kelurahan, di kota-kota besar itu tanahnya nggak sampai 1.000 meter persegi, ada yang 500 meter persegi sampai 700 meter persegi,” jelasnya.
Sebagai solusi, pemerintah akan menerapkan konsep pembangunan vertikal pada KDMP di lokasi dengan lahan terbatas. Skema ini dinilai menjadi alternatif agar program tetap berjalan tanpa terhambat keterbatasan ruang.
“Kalau lahannya kurang dari 1.000 meter persegi, nanti kita akan bangun modelnya, mungkin naik ke atas atau sebagainya,” ujarnya.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga percepatan pembangunan KDMP sekaligus memastikan pemerataan fasilitas ekonomi desa tetap berjalan, meskipun menghadapi kendala geografis dan keterbatasan lahan di sejumlah wilayah. []
Penulis: Chandra Dwi Pranata | Penyunting: Redaksi01
