WFH Diimbau untuk Swasta dan BUMD, Fokus Efisiensi Energi

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi mengimbau perusahaan swasta menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) sebagai bagian dari strategi efisiensi energi dan pengaturan pola kerja, sebagaimana diumumkan pada Rabu (01/04/2026).

Kebijakan tersebut disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat membacakan Surat Edaran (SE) tentang WFH dan Program Optimasi Pemanfaatan Energi di Tempat Kerja di Jakarta. Imbauan ini ditujukan kepada sektor swasta agar menyesuaikan pola kerja tanpa mengganggu produktivitas.

Dalam keterangannya, Yassierli menegaskan bahwa kebijakan ini tidak bersifat wajib, melainkan sebagai pedoman bagi perusahaan dalam mengatur sistem kerja yang lebih fleksibel sekaligus mendukung efisiensi penggunaan energi.

โ€œHal itu disampaikan saat membacakan Surat Edaran (SE) tentang WFH dan Program Optimasi Pemanfaatan Energi di Tempat Kerja di kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Jakarta, Rabu (01/04/2026),โ€ sebagaimana diberitakan Kompas Tv, Rabu (01/04/2026).

Melalui SE tersebut, Kemnaker juga mengatur sejumlah ketentuan teknis terkait penerapan WFH bagi pekerja swasta, termasuk penyesuaian operasional perusahaan dan pengelolaan tenaga kerja secara lebih adaptif terhadap kondisi kebutuhan energi nasional.

Kebijakan ini muncul di tengah dorongan pemerintah untuk meningkatkan efisiensi energi di sektor industri dan perkantoran. Dengan pengurangan aktivitas fisik di kantor, konsumsi listrik dan operasional gedung diharapkan dapat ditekan tanpa mengurangi kinerja perusahaan.

Selain itu, penerapan WFH juga dinilai dapat memberikan fleksibilitas bagi pekerja dalam menjalankan aktivitasnya, sekaligus mengurangi mobilitas harian yang berpotensi berdampak pada konsumsi bahan bakar.

Kemnaker mendorong perusahaan untuk tetap memperhatikan keseimbangan antara produktivitas dan kesejahteraan pekerja dalam menerapkan kebijakan ini. Evaluasi berkala juga diperlukan agar pelaksanaan WFH berjalan efektif dan tidak menimbulkan kendala operasional.

Ke depan, kebijakan kerja fleksibel seperti WFH diperkirakan akan semakin menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menghadapi tantangan efisiensi energi dan dinamika dunia kerja modern. []

Penulis: ย Dian Septina | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *