Promo PLN Mobile Rp10 Ribu Digelar, Tarif Listrik Dipastikan Tidak Naik
JAKARTA – PT PLN (Perusahaan Listrik Negara) menghadirkan strategi menjaga daya beli masyarakat dengan menggulirkan promo potongan tagihan listrik sebesar Rp10.000 melalui aplikasi PLN Mobile pada awal April 2026, di tengah kebijakan tarif listrik yang tetap stabil pada triwulan II tahun ini.
Program diskon bertajuk kode promo THRLEBARAN tersebut berlaku mulai Rabu (01/04/2026) hingga Minggu (05/04/2026) dengan waktu akses terbatas setiap hari pukul 10.00 WIB. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong pemanfaatan layanan digital sekaligus memberikan stimulus ringan kepada pelanggan.
Promo hanya dapat digunakan melalui aplikasi PLN Mobile dan memiliki kuota terbatas setiap harinya. Pelanggan diimbau segera memanfaatkan kesempatan tersebut sebelum kuota habis, sebagaimana dilansir Money, Rabu, (01/04/2026).
Selain menghadirkan promo, PLN juga memastikan tidak ada kenaikan tarif listrik untuk periode April hingga Juni 2026. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh golongan pelanggan, baik rumah tangga, bisnis, industri, maupun fasilitas publik.
Untuk pelanggan rumah tangga, tarif listrik masih berada di kisaran Rp1.352 per kWh untuk daya 900 VA dan Rp1.444,70 per kWh untuk daya 1.300 hingga 2.200 VA. Sementara itu, pelanggan dengan daya lebih besar di atas 3.500 VA dikenakan tarif Rp1.699,53 per kWh.
Di sektor bisnis dan industri, tarif listrik juga tidak mengalami perubahan. Pelanggan bisnis skala kecil hingga menengah dikenakan tarif Rp1.444,70 per kWh, sedangkan industri besar mendapatkan tarif lebih rendah, yakni mulai Rp996,74 per kWh untuk tegangan tinggi.
Kebijakan stabilisasi tarif ini dinilai menjadi penopang penting bagi dunia usaha, terutama dalam menjaga biaya operasional tetap terkendali di tengah dinamika ekonomi. Di sisi lain, pelanggan rumah tangga turut merasakan manfaat karena tidak adanya kenaikan beban pengeluaran listrik.
PLN memadukan strategi promo jangka pendek dan kebijakan tarif tetap sebagai langkah menjaga keseimbangan antara pelayanan publik dan keberlanjutan bisnis. Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong efisiensi penggunaan listrik sekaligus memperluas adopsi layanan digital di kalangan masyarakat.
Ke depan, optimalisasi layanan berbasis aplikasi diproyeksikan menjadi tulang punggung transformasi layanan PLN, sekaligus memperkuat interaksi langsung dengan pelanggan dalam berbagai kebutuhan transaksi kelistrikan. []
Penulis: Salsabila Putri | Penyunting: Redaksi01
